Polres Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi DD-ADD Banyu Urip

M. Baejuli (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Polres Lombok Barat (Lobar) menetapkan tersangka kasus dugaan korupsi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) Desa Banyu Urip Kecamatan Gerung. Penetapan tersangka itu setelah melalui proses gelar perkara dan dinyatakan memenuhi bukti oleh penyidik.

“Untuk Desa Banyu Urip sudah penetapan tersangka,” terang Kanit Tipidkor Satreskrim Polres Lobar, Ipda M. Baejuli dikonfirmasi wartawan, Selasa, 23 November 2021.

Iklan

Penetapan tersangka dilakukan penyidik polres terhadap kasus DD dan ADD Banyu Urip. Namun pihaknya belum mau menyebutkan siapa yang ditetapkan tersangka tersebut.

Untuk diketahui kasus DD dan ADD Banyu Urip, diduga ditemukan kerugian negara, berdasarkan hasil audit Inspektorat mencapai Rp772.107.088.

Dalam proses penyelidikan kasus ini, penyidik sudah melakukan pemeriksaan terhadap puluhan saksi. Mulai dari mantan kepala desa,sekretaris desa, bendahara, Kaur Perencanaan, Kaur Tata Usaha dan Umum, Kaur Pelayanan, Wakil BPD, Sekretaris BPD, Ketua TPK, KaurPelayanan, Wakil BPD, Sekretaris BPD, beberapa kepala dusun, KetuaBUMDes, kader posyandu hingga kepala tukang.

Selain dua fesa itu, pihak kepolisian juga mengusut kasus DD dan ADD Desa Terong Tawah Kecamatan Labuapi. Penanganan kasus ini tinggal menunggu P21. Dalam kasus ini, mantan kades dan sekdes sudah ditetapkan tersangka. Kerugian negara dalam kasus ini sebesar Rp 480 juta. Pihak penyidik sudah mengirim berkas ke kejaksaan tinggal menunggu petunjuk Jaksa.

Di samping kasus DD dan ADD, pihak polres juga menangani dua kasus bantuan gempa pembangunan RTG. Yakni masing-masing Desa Jagaraga dan Kebon Ayu Kecamatan Gerung. Untuk kasus RTG di Dusun Adeng Desa Jagaraga sudah masuk tahap penyidikan dan pihak kepolisan sudah mengantongi calon tersangka namun belum ditetapkan tersangka.(her) 

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional