Polres Sumbawa Musnahkan Ratusan Botol Miras Oplosan

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Polres Sumbawa melakukan pemusnahan terhadap ratusan botol minuman keras (miras) oplosan hasil dari operasi pekat yang dilakukan beberapa waktu yang lalu. Kegiatan tersebut digelar di halaman Polres setempat pada Kamis, 17 Mei 2018. Dihadiri Sekda Sumbawa, perwakilan Kejari, BNNK, Ketua FKUB Sumbawa, tokoh masyarakat dan lainnya.

Kapolres Sumbawa, AKBP. Yusuf Sutejo, SIK, MT menyampaikan minuman keras (miras) oplosan yang dimusnahkan  adalah hasil dari operasi penyakit masyarakat (pekat) yang dilaksanakan pada April lalu. Hasil operasi  selama dua minggu sebanyak  413 botol  miras oplosan baik besar maupun kecil. Diantaranya 356 botol minuman jenis  bram, 36 arak dan 21 moke. Barang bukti ini didapatkan di sebelas lokasi dengan tersangka  berbeda-beda kelasnya. Ada yang sebagai pengecer, penjual dan pembuat atau yang memproduksi. Para tersangka disangkakan dengan Perda Kabupaten Sumbawa Nomor 7 tahun 2015 tentang pengawasan dan pengendalian minuman beralkohol.

Iklan

“Jadi pelanggar mempunyai kriteria masing-masing. Ada yang melanggar pasal 25 ayat 1 yakni pengecer dengan hukuman tiga bulan kurungan dan denda Rp 25 ribu. Kemudian pasal 25 ayat 2 memperdagangkan di tempat atau fasilitas umum, sekolah pasar, tempat ibadah itu ancamannya tiga bulan kurungan dan denda Rp25 juta. Dan pasal 25 ayat 4 ang memproduksi segala jenis minuman keras oplosan dengan ancaman tiga bulan kurungan dan denda Rp50 juta,” terangnya.

Dijelaskannya, miras oplosan menjadi Target Operasi (TO) dalam operasi pekat. Karena banyak korban ang meninggal karena mengkonsumsi miras oplosan. Seperti halnya di Jawa Barat, beberapa bulan lalu lebih dari 30 orangmeninggal dunia karena menenggak miras oplosan. Untuk itu pihaknya mengundang FKUB, Pemda, Kejaksaan, BNNK dan sejumlah pihak terkait untuk bersepakat memberantas peredaran miras oplosan dan narkotika di Kabupaten Sumbawa.

“Ini diperlukan peran serta kita semua. Dari segenap unsur lapisan masyarakat, juga dari para tokoh agama dan instansi terkait untuk bersama-sama memberantas peredaran miras oplosan. Karena ini merupakan salah satu hal yang data menghancurkan bangsa ini dari segi Sumber Daya Manusia (SDM),” tegas Kapolres.

Bupati Sumbawa yang diwakili Sekda, Drs. H. Rasyidi mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Polres serta diharapkan dapat dilakukan secara tersu menerus. Pemda dalam hal ini akan terus berusaha dengan selalu menghimbau dan mengajak masyarakat untuk mengindari diri dari minuman-minuman yang dilarang oleh agama.

Upaya ini bukan hanya dilakukan melalui tim tertentu, tetapi di seluruh tingkatan. Seperti di sekolah, di tengah masyarakat serta memberikan himbauan melalui masjid-masjid. Karena miras oplosan ini selain mencelakakan diri sendiri juga orang lain.

Sebelumnya Ketua FKUB Sumbawa, Umar Hasan juga mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan Polres Sumbawa. Dimana operasi miras ini hampir dilakukan di semua tempat. Seperti di Bima juga barang bukti cukup besar. Untuk itu, perlu adanya upaya bersama supaya bisa menyelamatkan generasi muda kedepannya. “Kami berharap kedepannya sosialisai terus menerus perlu dilakukan. Koordinasi juga kita harapkan dapat seterusnya dilakukan,” harapnya.

Kajari Sumbawa yang diwakili Kasi Pidum, Lalu Mohamad Rasyidi, SH, juga sangat mengapresiasi pihak Polres yang sudah melakukan tindakan semaksimal mungkin dalam hal operasi miras ini. (ind)