Polres Mataram Bekuk Terduga Pencuri di Rumah Anggota DPD RI

Mataram (suarantb.com) – Anggota DPD RI Dapil NTB, Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi menjadi korban pencurian. Rumahnya yang terletak di BTN Taman Baru, Pegesangan Timur, Kota Mataram, disatroni maling pada Selasa, 1 November 2016 kemarin. Sebanyak 74 potong kain batik berbagai motif digondol pencuri. Tidak hanya itu, satu buah wireless microphone juga turut diambil pelaku.

Wakapolres Mataram, I Made Baduarsa, SH, MH  mengatakan dalam waktu 1×24 jam pelaku berhasil dibekuk aparat. Pelaku dibekuk oleh Sat Reskrim Polres Mataram beserta jajaran, dengan dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Mataram, AKP.  Haris Dinzah, SIK.

“Kejadian ini termasuk keberhasilan yang luar biasa, karena pengungkapannya sangat cepat. Satreskrim Polres Mataram dan jajarannya yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim, berhasil menangkap pelaku,” ujarnya saat ditemui di Mapolres Mataram, Selasa, 2 November 2016.

Sementara,  hingga saat ini telah ditangkap satu orang pelaku. Namun kemungkinan ada pelaku lainnya, pihak kepolisian masih terus mendalami kasus tersebut.

“Untuk sementara waktu pelakunya hanya satu orang. Kita masih dalami apakah ada kawanannya atau tidak,” jelasnya.

Pelaku memasuki rumah korban dengan menggunakan satu buah bambu untuk memanjat rumah. Setelah berhasil memasuki pekarangan rumah, pelaku kemudian membongkar pintu rumah dan mengambil barang-barang berharga lainnya.

Pelaku diketahui berinisial SP (40) asal Turide, Cakranegara. Pelaku juga ditangkap di sekitar rumahnya di Turide. Menurut Wakapolres, pelaku merupakan residivis dalam kasus pencurian. Pelaku telah tiga kali masuk penjara dalam kasus yang sama.

“Pelakunya residivis. Sudah tiga kali ditangkap atau diproses, dan masuk lapas. Ini pencurian yang keempat. Pelakunya ditangkap dengan waktu tidak sampai 1×24 jam,” ucapnya.

Sementara barang bukti yang berhasil diamankan aparat yaitu 74 potong kain batik berbagai motif, satu buah wireless microphone, dan satu buah bambu digunakan untuk memanjat. Pelaku dapat diancam pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Mengingat pelakunya merupakan residivis, pelaku juga dapat dikenai hukuman lebih tinggi. (szr)