Polres Mataram Awasi 438 TPS Rawan

Mataram (Suara NTB) – Polres Mataram memantau secara khusus 438 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dianggap rawan kecurangan.  Sebagai persiapan, Senin, 25 Juni 2018 kemarin dilakukan apel pengecekan kesiapan pasukan pengamanan Pilkada Serentak tanggal 27 Juni mendatang.

‘’Hari ini (kemarin) apel untuk kesiapan pergeseran pasukan ke TPS TPS,” kata Wakapolres Mataram, Kompol Nanang Budi Santosa, SIK.

Iklan

Tercatat 227 untuk lima kecamatan di Kota Mataram. Sebagian lagi tersebar di tiga kecamatan di Lombok Barat yang masuk dalam wilayah hukum Polres Mataram, yakni Narmada, Lingsar dan Gunung Sari. Di tiga kecamatan itu, ada 211 TPS yang terkategori rawan.  Sedangkan total keseluruhan TPS di Kota Mataram dan tiga kecamatan tersebut, 1.105 titik.

Kasubag Humas Polres Mataram, AKP Arnawa menambahkan, disebut rawan karena TPS tersebut dikhawatirkan terjadi kecurangan, sebagaimana informasi yang disampaikan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi NTB. Kerawanan dimaksud, mulai dari pengiriman kotak dan kertas suara, dikawal khusus agar sampai ke TPS. Pada saat  pencoblosan dipantau khusus, jangan sampai ada kecurangan.

‘’Seperti orang yang tuna netra, itu dicoblos dan diarahkan orang lain,’’ jelasnya. Pengamanan khusus juga dilakukan saat perhitungan suara, dipantau agar tidak terjadi kecurangan yang mempengaruhi selisih suara. ‘’Penempatan kotak suara di tingkat kelurahan juga kita awasi khusus. Kita tempatkan personel. Jangan sampai ada kotak suara diotak atik,’’ jelasnya.

Menurutnya, tidak ada penambahan personel untuk pengamanan TPS rawan tersebut.  Satu personel bisa mengawasi hingga empat TPS. Sesuai perencanaan awal, total 1.105 personel disiagakan untuk Mataram dan Lobar. Namun khusus pada TPS rawan, akan dipantau secara khusus. ‘’Satu personel satu TPS,  akan berjaga di TPS Khusus di Lapas dan rumah sakit,’’ jelasnya.

Di luar itu, ada tambahan personel sebanyak 102 orang dari TNI dan 2.212 dari Linmas, khusus pengamanan di Kota Mataram. Sementara di Lombok Barat, 50 TNI dan 1.336 Linmas. (ars)