Polres Lotim Tangkap Tujuh Terduga Pelaku Judi Jangkrik

Selong (Suara NTB) – Aparat Polres Lombok Timur (Lotim) menangkap sebanyak tujuh terduga pelaku perjudian di Gubuk Lauk Desa Korleko Kecamatan Labuhan Haji. Selain melanggar hukum, masyarakat setempat kerap diresahkan atas tindakan para pelaku. Dari jumlah pelaku itu, satu pelaku diketahui masih berstatus pelajar.

Dari informasi diterima Suara NTB, penangkapan terhadap tujuh warga ini dilakukan Sabtu, 1 Maret 2017 sekitar pukul 17.00 Wita. Saat itu, pelaku yang diduga melakukan permainan judi adu Jangkrik dengan uang sebagai taruhannya di pekarangan rumah Yus alias Don.

Iklan

Ke tujuh warga yang diamankan itu, di antaranya, AH, Juh, Lalu S, seorang pelajar, alamat Gubuk Pande, Desa Korleko, Kecamatan Labuhan Haji. Selain itu, ada AF, SJ, IS dan FH.

Kapolres Lotim, AKBP. Wingky Adhitiyo Kusumo,SIK,MH melalui Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP. Antonius F Gea, mengungkapkan, modus yang digunakan terduga pelaku adalah dengan melakukan permainan judi adu jangkrik dengan cara mengadu dua ekor jangkrik di atas ring yang terbuat dari bambu.

Bagi satu jangkrik menyerah atau kalah dan yang memasang taruhan untuk jangkrik yang menang berhak mendapatkan uang taruhan yang sebelumnya sudah dikumpulkan jadi satu.

Selain mengamankan para pelaku perjudian adu Jangkrik itu, turut juga diamankan sejumlah barang bukti (BB), di antaranya 17 kandang jangkrik yang berisi jangkrik siap adu, uang taruhan Rp 214.000, dan 8 unit sepeda motor.

Menurutnya, tempat yang kerap digunakan sebagai lokasi perjudian itu berada di tengah kampung dan terbuka, sehingga dikhawatirkan bisa merusak mental setiap anak-anak maupun pelajar yang berada sekitar TKP. (yon)