Polres Lotim Ringkus 30 Orang Terduga Pemain Judi

Kapolres Lotim, Ida Bagus Made Winarta, (kedua kiri) didampingi Kasat Reskim, Kajari Lotim dan Ketua PN Selong melakukan pemusnahan miras hasil operasi pekat dalam rangka menghadapi bulan Ramadhan. (Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Sebanyak 30 orang yang diduga bermain judi diringkus aparat Polres Lombok Timur (Lotim). Jenis permainan yang dilakukan oleh para pelaku berbagai jenis, mulai dari judi kiu-kiu, judi togel online, sabung ayam, dan judi joker. Penangkapan para pelaku dalam operasi penyakit masyarakat (pekat) yang dilakukan belakangan ini.

Kapolres Lotim, AKBP. Ida Bagus Made Winarta, SIK, menjelaskan, mereka diamankan setelah polisi menerima 9 laporan. Di mana masyarakat yang melapor mengaku resah dengan aktivitas para pelaku yang melakukan perjudian. Terlebih dari pengakuan para tersangka, perjudian yang dilakukan tersebut dijadikan ladang pekerjaan.

Iklan

Dari tangan pelaku perjudian di sejumlah TKP itu, kata Kapolres, petugas berhasil mengamankan uang tunai sebanyak Rp4.071.000, telepon genggam 11 buah, kartu ATM 8 buah, kartu remi 1 set, karpet 8 buah. Selanjutnya alat perjudian lainnya berupa ayam sebanyak 9 ekor, arena 3 buah, bak mandi ayam 2 buah. Turut juga diamankan sepeda motor roda dua sebanyak 32 unit, mobil satu unit, rekapan rogel 13 buah dan puplen 4 buah.

“Jadi pelaku dan barang bukti kita amankan di tempat terpisah di sejumlah TKP berdasarkan laporan masyarakat. Pelaku dan barang bukti saat ini kita amankan di Mapolres Lotim,”terang Kapolres pada konferensi pers di Mapolres Lotim didampingi, Kasat Reskrim, Kajari Lotim dan Pengadilan Negeri Selong, Senin (6/5).

Kajari Lotim, Tri Cahyo Hananto, mengatakan, hukuman bagi para pelaku sudah menantinya. Kajari juga menepis jika hukuman bagi para pelaku perjudian tidaklah ringan. Bahkan untuk residivis cukup berat. Namun yang terpenting dilakukan saat ini yaitu membangun mental masyarakat dengan melibatkan semua pihak.

Untuk membangun mental itu, Kajari memandang jika alangkah baiknya para pelaku perjudian di foto kemudian fotonya diberikan kepada kepala desa dan camat setempat untuk dilakukan pembinaan. Artinya sanksi sosial cukup efektif di dalam memberikan efek jera terhadap para pelaku perjudian.

Pada bagian lain, Polres Lotim memusnahkan ribuan liter minuman keras (miras) berbagai jenis. Pemusnahan miras hasil operasi pekat tersebut dalam rangka menghadapi pelaksanaan puasa Ramadhan dipimpin langsung Kapolres Lotim, AKBP. Ida Bagus Made Winarta,SIK.

Miras yang dimusnahkan tersebut di antaranya, 21 jeriken miras tradisional berupa tuak dan brem, 138 bungkus plastik tuak dan brem, 375 botol terdiri dari tuak 198 botol, brem 135 botol, bir 42 botol. “Dari ribuan liter miras itu, kita juga mengamankan sebanyak 67 orang tersangka,” terang Kapolres. (yon)