Polres Lotim Klaim Penyelidikan Kasus Jembatan Ambruk Tetap Jalan

Selong (Suara NTB) – Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lombok Timur (Lotim), AKP. Antonius F. Gea, SH, SIK, menegaskan sampai saat ini pihaknya belum menerima hasil dari uji laboratorium fisik jembatan yang dilakukan tim ahli dari Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. Terutama  hasil uji lab terhadap pondasi jembatan Sekarteja dari tim yang merupakan proyek tahap pertama (tahap I).

Dalam pembangunan fisik jembatan untuk tahap I menghabiskan anggaran sebesar Rp 1 360.125.770 yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas PU tahun 2015 dan tahap II sekitar senilai Rp 700 juta. Terkait penanganannya, Antonius menjelaskan sejumlah pihak sudah dimintai keterangan, seperti Pejabat Pejabat Komitmen (PPK), yakni Hj. Kartini yang saat  ini menjabat sebagai Sekretaris pada Bappeda Lotim, CV. Marong asal Masbagik selaku kontraktor dan beberapa pihak lainnya dengan rata-rata pemeriksaan terhadap sejumlah pihak itu lebih dari satu kali. “Terakhir kemarin kita periksa pengawas dalam pengerjaan proyek tahap I ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Hj. Kartini selaku PPK dalam pengerjaan jembatan untuk tahap pertama mengaku tidak ada masalah apapun dalam proyek yang dikerjakan selama tiga bulan itu, yakni dari Oktober sampai Desember 2015 lalu. Sedangkan dalam pengerjaan tahap II, Hj. Kartini menegaskan saat itu ia sudah dimutasi ke Bappeda Lotim. Diketahui, dalam pengerjaan tahap II yang ambruk beberapa waktu lalu menewaskan 6 pekerja, kontraktor yang mengerjakan proyek itu yakni CV. Pilar Mandiri atas nama H. Salman dengan Kabid Bina Marga, Mudahan.

Ironisnya, dalam kasus ini aparat kepolisian hanya menetapkan kepala tukang sebagai tersangka karena dinilai paling bertanggung jawab.

Sebelumnya, Fauzi Irmawan, Dosen Jurusan Tekhnik Sipil ITS yang juga merupakan Ketua Tim mengatakan, dalam tahap pengkajian itu pihak dari UTS akan bekerja kurang lebih selama 10 hari sejak dilakukan cek lapangan pengambilan sampel pada Sabtu (29/10) lalu. Dengan rincian untuk cek fisik akan dilakukan selama dua hari dan dua minggu ke depan hasilnya bisa diketahui yang kemudian akan dilakukan evaluasi, karena untuk mengetahui mutu beton harus kita melakukan tes kordril (tes inti). (yon)