Polres Lotim Hentikan Penyelidikan Kasus Jembatan Ambruk

Selong (Suara NTB) – Aparat kepolisian dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lombok Timur (Lotim) menghentikan kasus dugaan korupsi pada pembangunan jembatan penghubung di Selong. Dihentikannya kasus ini dikarenakan dalam pengerjaannya sudah sesuai dengan spesifikasi berdasarkan pemeriksaan dari tim ahli dari Institut Sepuluh November (ITS) Surabaya.

Kapolres Lotim, AKBP. Wingky Adhitiyo Kusumo, SIK, MH melalui Kasat Reskrim Polres Lotim, AKP. Antonius G Fea, saat dikonfirmasi, Selasa, 18 April 2017, membenarkan jika pihaknya sudah menerima hasil pemeriksaan dari ITS. Dari hasil pemeriksaan terhadap sejumlah material jembatan itu, katanya, pembangunan pangkal jembatan yang merupakan proyek tahap pertama senilai Rp  1.360.125.770 tidak ada masalah.

Iklan

Selain itu, pengerjaannya sesuai dengan spesifikasi, sehingga penyelidikannya dihentikan.   “Hasil uji lab dari ITS sudah keluar, hasilnya pengerjaan proyek tahap pertama itu tidak ada masalah, sehingga penyelidikannya kita hentikan,”ujarnya.

Terkait dengan penghentian penyelidikan ini, lanjut Antonius, dalam waktu dekat ini pihaknya akan bersurat ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) untuk dapat dilanjutkan kembali. “Kasus ini kita hentikan karena dari tim ahli menilai tidak ada masalah, serta pembangunannya dapat dilanjutkan,” terangnya.

Adapun dalam pengerjan tahap kedua dengan nilai proyek sebesar Rp 765.260.000 juga sudah tidak ada masalah. Dalam tahap kedua tersebut kasus sudah disidangkan atau sudah vonis dengan ditetapkan satu tersangka, yakni kepala tukang dalam proyek tersebut. Untuk diketahui, ambruknya jembatan penghubung dua Kelurahan Sekarteja dan Kelurahan Pancor Kecamatan Selong menewaskan sebanyak 6  pekerjanya. (yon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here