Polres Lotim Atensi Dugaan Penganiayaan PMI di Arab Saudi

Kapolres Lotim, unggul Sinatrio, menggelar zoom meeting bersama instansi terkait pasca menerima laporan dugaan penganiyaan yang dialami salah seorang PMI asal Desa Tumbuh Mulia, Kecamatan Suralaga, Kabupaten Lotim, Rabu, 14 Juli 2021.(Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Terjadinya kasus dugaan penganiyaan yang dialami salah seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Tumbuh Mulia, Kecamatan Suralaga, Lombok Timur (Lotim) menjadi atensi Polres Lotim dan Ponda NTB. Kapolres Lotim, AKBP. Tunggul Sinatrio,S.I.K.,M.H., Rabu, 14 Juli 2021 langsung menggelar zoom meeting bersama instansi terkait usai menerima laporan tersebut.

Zoom meeting terkait dugaan tindak pidana penganiayaan PMI tersebut dihadiri langsung Atase Kepolisian RI untuk Arab Saudi  Kombes Pol. Erick Hermawan, S.I.K, M.H, Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto, S.I.K, M.H., Perwakilan UPT Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Mataram, Asyip Supriyanto.

Iklan

Hadir secara langsung, Kasat Reskrim Polres Lotim Muhammad Fajri, S.Tr,K, Kadisnakertrans Lotim, Drs. H. Supardi.

Pada kesempatan itu, Atase Kepolisian RI untuk Arab Saudi Kombes Pol. Erick Hermawan, menyampaikan bahwa PMI, Marwiyah pulang ke Indonesia tanpa koordinasi dengan KJRI Jeddah maupun KBRI Indonesia. Keberadaan PMI, Marwiyah diketahui setelah adanya laporan dari BP2MI di Jakarta dan KBRI, sehingga Marwiyah dimungkinkan dipulangkan langsung oleh majikannya.

 “Berdasarkan informasi sementara, PMI Marwiyah diduga ada tindak pidana penganiayaan dari majikannya. Kita juga sudah buat tim di sini untuk melakukan proses penyelidikan,” terangnya kepada wartawan yang mewancarainya secara virtual.

Atas indikasi tersebut, Erick mengatakan bahwa Polres Lotim akan melakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut, mengingat korban berasal dari Kabupaten Lotim. Begitupun di Dubes RI menjadikan hal ini sebagai atensi dan akan berusaha maksimal agar hak dari PMI tersebut dapat terpenuhi sebagaimana mestinya.

Perwakilan BP2MI Mataram, Asyip Supriyanto, menyebutkan korban menjadi PMI di Arab Saudi memasuki 10 tahun. Namun belum diketahui secara pasti PJTKI atau sponsor yang memberangkatkannya waktu itu. Terlebih PMI, Marwiyah tidak terdaftar dalam sistem BP2MI.

Sementara, sampai saat ini PMI Marwiyah belum dapat memberikan keterangan yang pasti. Hal tersebut dapat dimaklumi, mengingat kondisi korban saat ini masih lumpuh dan mengalami luka pada kepala dan badannya. Marwiyah diduga disiksa oleh majikan keduanya setelah sebelumnya bekerja di majikan pertamanya selama satu tahun.

Asyip Supriyanto, mengatakan korban pertama kali ditemukan oleh salah satu anggota BP2MI Jakarta saat berada di Bandar Soekarno-Hatta 10 Juli lalu yang kemudian menginformasikannya ke BP2MI Mataram. Sedangkan korban saat itu tidak mengetahui arahnya pulang, karena sudah lama putus kontak dengan anggota keluarganya.   “Kita masih telusuri juga PJTKI yang memberangkatkannya itu. Karena idealnya masa kontrak PMI itu hanya 2 tahun,”jelasnya.

Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto, S.I.K, MH, menegaskan Polda NTB dan Polres Lotim sangat atensi terhadap permasalahan PMI tersebut.  Penyidikan dan penyelidikan akan dilakukan oleh Polres lotim termasuk akan mengungkap kemungkinan PMI tersebut menjadi korban perdagangan orang  “Silakan Polres Lotim bekerjasaama dengan pihak terkait dan akan memberikan informasi secara berjenjang dan bertahap,”ungkapnya.

Kadisnakertrans Lotim, H. Supardi, yang turut hadir mengatakan Disnakertrans mengetahui keberadaan PMI Marwiyah setelah mendapatkan info dari BP2MI Mataram. PMI tersebut tidak terdaftar dalam sistem yang ada di Disnakertrans Lotim. “Dalam kasus ini, kita dari Disnakertrans memfasilitasi untuk membuatkan surat kuasa agar hak-haknya dapat terpenuhi,”jelasnya.

Adapun, Kapolres Lotim, AKBP. Tunggul Sinatrio, mengatakan setelah Polres Lotim mendapatkan informasi tentang hal tersebut, selanjutnya turun dan menemukan informasi tentang keluarga korban. Pihak keluarga melihat adanya indikasi tindak pidana penganiayaan, sehingga melaporkan ke Polres Lotim.

Kapolres, mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya iming-iming dan janji-janji sponsor serta lebih selektif memilih sponsor saat ingin berangkat ke luar negeri menjadi PMI. (yon)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional