Polres Loteng Selidiki Dugaan Hilangnya Stok Beras di Gudang Sengkol

Ilustrasi

Praya (Suara NTB) – Tim terpadu Bulog Pusat dan Divisi Regional (Divre) Bulog NTB hingga saat ini masih terus mendalami kasus dugaan hilangnya belasan ton stok beras di gudang Bulog Desa Sengkol Kecamatan Pujut Lombok Tengah (Loteng). Tim tinggal menghitung pasti berapa stok beras yang hilang setelah proses perhitungan manual stok yang ada di gudang Bulog Sengkol selesai dilakukan.

Kepala Seksi (Kasi) Hubungan Masyarakat (Humas) Bulog Divre NTB, Agung Sarianto, kepada wartawan di Praya, Sabtu, 29 Desember 2018 mengaku proses perhitungan ulang stok yang ada di gudang Desa Sengkol sudah selesai dilakukan. Itu artinya, tim harus menghitung besaran pasti stok beras yang hilang.

Iklan

“Tim dari pusat juga sudah kembali. Dan, selanjutnya akan membuat hasil kajian serta kesimpulan terkait kasus ini. Baik itu terkait jumlah pasti stok beras yang hilang. Termasuk penyebab hilangnya stok beras tersebut,’’ ujarnya.

Hanya saja, pihaknya belum bisa memastikan kapan proses kajian bisa selesai, karena untuk perhitungan jumlah stok yang hilang mungkin tidak butuh waktu lama. Hanya saja untuk kajian penyebab hilangnya stok beras yang mungkin butuh waktu lebih lama.

Pasalnya, tim dalam hal ini harus benar-benar melakukan kajian yang mendalam, karena menyangkut nama baik orang, dalam hal ini mantan Kepala Gudang Bulog Desa Sengkol sebelumnya. ‘’Karena bisa saja, hilangnya stok beras di gudang Bulog Desa Sengkol tersebut dikarenakan faktor ketidaksengajaan atau hal-hal yang di luar kendali,’’ ujarnya.

Kalau yang terjadi, ujarnya, mantan kepala gudang sebelumnya kita tidak bisa salahkan sepenuhnya walaupun tetap harus bertanggung jawab. Tapi kalau memang hilangnya stok beras tersebut, karena memang benar ada unsur kesengajaan dengan tujuan untuk memperkaya diri sendiri, tentu ada prosesnya dan bisa sampai ke proses hukum.

Tapi untuk saat ini, pihak Bulog masih memfokuskan pada upaya penyelesaian secara internal terlebih dahulu. Sebelum kemudian nanti berlanjut ke proses yang lain, jika benar ditemukan ada penyimpangan.

“Dengan pihak kepolisian kita sudah berkoordinasi terkait soal ini. Dan, kami minta waktu dulu untuk penyelesaian secara internal dulu. Karena memang kajian terkait penyebab hilannya stok beras digudang Bulog Sengkol tersebut belum selesai,” tandas Agung.

Sebelumnya, Kapolres Loteng, AKBP Budi Santosa, SIK.M.H., mengaku kalau pihaknya memang tengah menyelidiki kasus dugaan hilangnya stok beras di gudang Bulog Desa Sengkol. Pihaknya mensinyalir ada indikasi penyimpangan, sehingga pihaknya masih melakukan pengumpulan data dan keterangan.

Kasus itu sendiri mencuat setelah tim dari Bulog Divre NTB melakukan stok opname (pemeriksaan stok) di gudang Bulog Desa Sengkol bulan Oktober lalu. Awalnya ditemukan ada sekitar 18 ton beras yang diduga hilang. Namun setelah ditelusuri ada sekitar 5 ton beras yang belum teradministrasi, sehingga tersisa 13 ton yang belum jelas pelaporannya. Adapun kepala gudang Bulog Desa Sengkol, langsung dinonaktifkan pasca temuan tersebut. (kir)