Polres Loteng Musnahkan Ribuan Liter Miras

Kapolres Loteng Esty Setyo Nugroho memimpin pemusnahan miras hasil operasi, Rabu, 2 Desember 2020. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Sekitar 3 ribu liter lebih minuman keras (miras) tradisional hasil operasi pekat (penyakit masyarakat) serta operasi rutin yang ditingkatkan dimusnahkan oleh Polres Lombok Tengah (Loteng), Rabu, 2 desember 2020. Selain itu juga dilakukan pemusnahan ratusan botol miras modern yang disita dari puluhan penjual miras ilegal di wilayah hukum Polres Loteng.

“Miras yang kita musnahkan kali ini merupakan hasil operasi jajaran Satresnarkoba dan polsek jajaran terhitung sejak bulan Mei sampai November kemarin,” sebut Kapolres Loteng, AKBP Esty Setyo Nugroho, SIK.

Diakuinya, peredaran  miras di Loteng terbilang cukup tinggi dan, kerap kali menjadi pemicu aksi kriminalitas. Terutama kasus-kasus yang selama ini cukup menonjol seperti curas, curat serta curanmor (3C).

Untuk itu, jajaran Polres Loteng terus berupaya maksimal menekan peredaran miras di daerah ini. Terlebih menjelang-jelang pemunguatan suara seperti sekarang ini, peredaran miras menjadi atensi khusus untuk ditekan. Jangan sampai jadi pemicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Mengingat, kondusivitas wilayah sangatlah penting menjelang pemungutan suara Pilkada Loteng.

Ia menjelaskan, miras-miras tersebut disita dari sekitar 40 lokasi. Terbanyak di wilayah Kuta dan sekitarnya. Mengingat, wilayah tersebut memang daerah yang diperbolehkan untuk peredaran miras. Tetapi yang menjualnya tetap diharuskan memiliki izin resmi, seperti yang dilakukan pengelola hotel di kawasan tersebut.

Disinggung sumber miras yang beredar di Loteng, Esty mengaku kebanyakan berasal dari Kota Mataram dan Lombok Barat (Lobar). Terutama miras tradisional, hampir sebagian besar berasal dari luar Loteng. Belum ada miras yang ditemukan diproduksi di Loteng. “Kalau miras yang diproduksi di Loteng belum ada yang kita ditemukan. Kebanyakan dari luar Loteng,” imbuhnya. (kir)