Polres Loteng Bekuk Delapan Terduga Pengedar Narkoba

PERLIHATKAN - Kapolres Loteng, Budi Santosa memperlihatkan beberapa barang bukti narkoba yang diamankan dari terduga pelaku pengedar narkoba yang berhasil diamankan dalam operasi antik, Kamis,  6 Desember 2018. (Suara NTB/kir)

Praya (Suara NTB) – Jajaran Polres Lombok Tengah (Loteng) membekuk delapan terduga pengedar narkoba, selama gelaran operasi antik sejak akhir bulan November kemarin. Di mana dua pelaku di antaranya masih berstatus pelajar di salah satu SMA di Loteng. Polisi berhasil mengamankan total barang bukti 16 gram lebih.

“Para pelaku kita amankan di 6 TKP berbeda di wilayah Loteng,” ungkap Kapolres Loteng, AKBP Budi Santosa, SIK.M.H., saat memberikan keterangan pers hasil operasi antik, kepada wartawan, Kamis,  6 Desember 2018.

Iklan

Operasi dilakukan di Kota Praya, Kopang, Pujut serta Praya Timur dengan barang bukti terbanyak diperoleh saat operasi penangkapan di wilayah Kopang.

Terduga pelaku, lanjut Kapolres, seluruhnya kini sudah diamankan di Mapolres Loteng untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut. Kecuali bagi dua terduga yang masih berstatus pelajar, masih diberikan kelonggaran untuk tetap mengikuti ujian di sekolahnya masing-masing.

Dari semua barang bukti yang diamankan seluruh pelaku terindikasi sebagai pengedar dan diancam hukuman berat minimal kurungan 6 tahun. “Semua mengarah pada indikasi sebagai pengedar. Karena memang alat buktinya lengkap,” terangnya.

Terduga pelaku rata-rata termasuk pemain lama. Bahkan ada dua terduga pelaku yang tercatat sebagai residivis kasus yang sama dengan dua di antaranya juga masuk target operasi (TO) Polres Loteng yang sudah sejak lama diintai aparat kepolisian. Dari hasil pengungkapkan kasus narkoba tersebut, jajaran Polres Loteng masih terus melakukan pengembangan, sehingga untuk informasi identitas terduga pelaku yang diamankan sementara belum bisa diungkap demi mendukung proses pengembangan kasus narkoba tersebut. (kir)