Polres Loteng “Parkir” Lima Kasus Korupsi

Praya (Suara NTB) – Sejumlah kasus dugaan korupsi kini tengah jadi bidikan jajaran Polres Lombok Tengah (Loteng). Dimana setidaknya ada lima kasus dugaan korupsi yang masih “diparkir” untuk sementara waktu. Karena masih fokus untuk menuntaskan dua kasus dugaan korupsi lainnya.

“Dua kasus dugaan korupsi tersebut jadi fokus dan prioritas kita, karena sudah masuk tahap penyidikan. Yakni kasus dugaan korupsi ADD Desa Langko serta lanjutan dugaan korupsi prona Desa Lajut,” sebut Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Rafles Girsang, Sabtu, 17 Juni 2017.

Iklan

Sementara kasus yang lain, semuanya masih tahap penyelidikan. Sehingga memang sementara ini tidak menjadi prioritas pihaknya tahun ini. Karena memang masih tahap penyelidikan. “Kasus apa saja, yang jelas ada. Jumlahnya lebih dari lima kasus. Dan, itu akan menjadi prioritas kita setelah kasus Desa Langko dan Lajut yang saat ini sudah masuk tahap penyidikan, tuntas,” tegasnya.

Diakuinya, keterbatasan jumlah personel menjadi kendala utama. Sehingga pihaknya belum bisa menangani seluruh kasus dugaan korupsi yang masuk. Tapi bukan berarti kasus-kasus yang masuk tahap penyelidikan tersebut tidak diproses. Semua tetap diproses, karena memang harus tetap berjalan proses penyelidikan.

Sembari fokus menuntaskan kasus dugaan korupsi yang sudah masuk tahap penyidikan, pengumpulan data dan keterangan terhadap kasus-kasus yang masih tahap penyelidikan tetap dilakukan. Harapannya nanti, begitu kasus-kasus yang sudah masuk tahap penyidikan tuntas, kasus-kasus yang masih tahap penyelidikan bisa dinaikkan statusnya ke tahap penyidikan.

“Prinsipnya kita tahapan dan proses yang lakukan dalam menangani kasus dugaan korupsi berkesinambungan. Sehingga jelas hasil dan targetnya,” timpalnya.

Pihaknya tidak ingin, karena mengejar target kuantitas penanganan kasus, proses penanganan kasus tersebut menjadi tidak maksimal. Akibatnya, kasus-kasus yang ditangani tidak kunjung tuntas. “Kan lebih baik sedikit kasus yang jadi fokus penanganan, tetapi tuntas. Jangan hanya banyak, namun tidak tuntas. Karena personel kita sangat terbatas jumlahnya,” tandas Rafles.

  Perebutan Kursi Ketua DPC Partai Demokrat Loteng Menghangat

Disinggung kasus Desa Langko dan Lajut sendiri, Rafles mengatakan, untuk ADD Desa Langko tinggal menunggu hasil audit dari BPK RI, terkait besaran kerugian negara. Sementara untuk kasus Desa Lajut, calon tersangka sudah ada. Tinggal menunggu penetapan tersangka saja. (kir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here