Polres Lombok Utara OTT Staf Syahbandar Pelabuhan Bangsal

Tanjung (Suara NTB) – Polres Lombok Utara menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) kepada salah satu staf Kantor Unit Pelayanan Pelabuhan (UPP) – Syahbandar Pelabuhan Bangsal, Kecamatan Pemenang, Senin, 21 Mei 2018 sore. Sampai saat ini, satu orang pelaku ditetapkan sebagai tersangka, yakni WH, warga yang bearlamat di Jl. Mulawarman, Gerisak, RT. 9, Kelurahan Kekalik Jaya, kecamatan Sekarbela, Kota Mataram.

Kasat Reskrim Polres Lombok Utara, AKP Kadek Metria, dalam rilis yang disampaikan kepada wartawan mengatakan, pengungkapan kasus pungutan liar (pungli) berhasil dilakukan pada Senin sore sekitar pukul 16.00 wita. OTT dilakukan terhadap pelayanan publik yang berkenaan dengan pengukuran kapal pada pengurusan pas kecil kapal di Tempat Kejadian Perkara (TKP) Pantai Sire, Dusun Sire, Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung.

Iklan

“Terlapor atas nama WH (33), kelahiran Sape, Bima, 15 Februari 1985. Pekerjaan sebagai pegawai kontrak di kantor UPP Kelas III Pemenang,” Sebut Metria.

Kronologi kejadian sebagaimana diungkap, bahwa pada hari Senin, 21 Mei  saksi sekaligus korban Parhan menunggu terlapor WH di pantai Sira untuk melakukan pengukuran kapal sebanyak 6 unit yang sudah didaftarkan beberapa bulan lalu. Parhan pun menunggu lantaran sehari sebelumnya Parhan menerima kontak telpon petugas syahbandar bahwa kapalnya akan diukur oleh WH dan tim.

Selanjutnya pada hari pengukuran kapal, sekitar jam 13.45 wita, pelaku WH menelpon Parhan dan memberitahukan bahwa tim pengukur sudah berada di lokasi. WH pun menanyakan keberadaan kapal yang akan diukur begitu korban tiba di TKP. Kemudian tim mulai mengukur sambil didampingi oleh Parhan. Menunggu petugas mengukur, Parhan bersama saksi lain, Raden, memilih duduk dan berbincang di berugak yang ada di lokasi kejadian.

“Setelah selesai pengukuran, tim menuju motor untuk kembali dan saksi Parhan menuju motornya di ikuti terlapor WH. Setelah sampai di dekat motor, saksi parhan menanyakan besaran biayanya. Dijawab oleh terlapor  biayanya Rp 4 juta. Kemudian saksi Parhan mengambil uang di jok motornya dan memberikan kepada terlapor,” papar Kasat.

Seketika menerima uang dari korban, WH kemudian menghitungnya. Tetapi pada saat bersamaan, saksi Raden datang menangkap terlapor yang telah menerima uang tersebut dan disusul petugas yang lain. Berikutnya terlapor, para saksi dan barang bukti dibawa ke Polres Lombok Utara untuk dimintai keterangan. Adapun barang bukti yang diamankan berupa uang tunai sebesar Rp 4 juta dengan pecahan 100 ribu sebanyak 40 lembar. “Kita masih penyelidikan, cari pembuktian untuk menentukan pidananya. Sekarang mau gelar perkara dengan Tim Saber Pungli dan Kejaksaan,” katanya.

Dari kasus tersebut, Reskrim Polres Lombok Utara menindaklanjutinya antara lain dengan melengkapi administrasi penyelidikan, memeriksa (interogasi) para saksi dan saksi terlapor, mencari saksi dan bukti petunjuk tambahan, berkoordinasi dengan Tim Saber Pungli Kabupaten Lombok Utara untuk gelar perkara, menaikkan perkara ke penyedidikan dan penetapan tersangka. “Tersangka baru 1 orang, WH, dia sendiri yang kondisikan terhadap korban terima uang. Pembuktian yang lain (4 orang PNS di tim) belum cukup,” tandasnya. (ari)