Polres Lobar Sita Barang Bukti Sabu Terbesar Sepanjang Sejarah

Kapolres Lobar Heri Wahyudi didampingi Wakapolres dan Kasat Narkoba menggelar jumpa pers penangkapan jaringan pengedar narkoba. (Suara NTB/her)

Giri Menang (Suara NTB) – Satuan Narkoba Polres Lombok Barat (Lobar) kembali berhasil meringkus pelaku pengedar narkoba. Dari hasil tangkapan kali ini, seorang pelaku inisial AM (26) asal Dusun Mengkudu Lauk Desa Landak Lombok Tengah berhasil diamankan berikut barang bukti berupa sabu seberat 24,38 gram. Barang bukti sabu yang disita ini terbilang terbesar sepanjang adanya Satuan Narkoba Polres Lobar. Pelaku diringkus polisi ketika hendak menyalurkan barang haram itu ke wilayah Sekotong.

“Ini saya kategorikan tangkapan paling besar lah selama ini,” jelas Kapolres Lobar, AKBP Heri Wahyudi didampingi Wakapolres Kompol Fauzan Wadi bersama Kasat Narkoba Iptu Hilmi Prayugo saat jumpa pers di Mapolres, Rabu (30/1).

Iklan

Dijelaskan Heri, penangkapan pelaku berdasarkan laporan polisi nomor 26 I 2019. Atas dasar itu, pihaknya melakukan penyelidikan lalu meringkus pelaku pada Senin (21/1) sekitar pukul 16.54 wita di jalur BIL I Dusun Tambang Eleh Desa Jagaraga Kuripan.

Proses penangkapan pelaku jelas dia, pihaknya lebih dulu memancing pelaku dengan transaksi. Sebab pada rencana penangkapan pertama kali, pelaku tidak mau melakukan transaksi. Barulah pada transaksi berikutnya, pihaknya memancing pelaku agar mau transaksi di wilayah perbatasan antara Lobar dengan Loteng. “Saat dilakukan penangkapan, pelaku tidak ada perlawanan,” imbuh dia.

Indikasinya, pelaku adalah seorang jaringan pengedar namun pihaknya melakukan pendalaman. Pihaknya juga mendalami keterkaitan pelaku dengan pelaku lain yang sudah ditangkap sebelumnya. “Rencananya barang ini ada indikasi akan mengedarkan ke Sekotong,”imbuhnya.

Dari hasil penangkapan ini, selain sabu seberat 24,38 gram pihaknya juga mengamankan BB lain berupa handphone. Sementara untuk pemeriksaan terhadap barang haram tersebut, pihaknya sudah mengirim barang tersebut ke laboratorium di Bali. Menurut pengakuan pelaku, barang haram ini diperoleh dari wilayah Loteng. Atas perbuatannya, pelaku disangkakan pasal 114 ayat 1 dan 112 ayat 1 dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun.

Diakui Heri, kasus narkoba sendiri meningkat tahun 2018 lalu untuk itu ia mengimbau agar menginformasikan kepada aparat jika menemukan ada jual beli narkoba. Pihaknya juga melakukan sosialisasi melalui Bimas, Bhabinkamtibmas dan para petugas. (her)