Polres Dompu Usut DD/ADD Manggeasi dan Malaju

Syarif Hidayat. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Polres Dompu menyelidiki dugaan korupsi DD/ADD Desa Manggeasi, Kecamatan Dompu dan Desa Maluju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu tahun anggaran 2017. Laporan pertanggunjawaban DD/ADD dua desa itu sebelumnya jadi temuan Inspektorat.

“Audit untuk kerugian negaranya sudah kita minta. Itu yang kita tunggu. Ini permintaan audit untuk Desa Manggeasi dan Desa Malaju,” kata Kapolres Dompu AKBP Syarif Hidayat, ditemui di Mataram Kamis, 5 Maret 2020.

Iklan

Penyelidikan dimulai, kata dia, setelah Inspektorat mengaudit khusus LPJ DD/ADD dua desa tersebut. Untuk Desa Manggeasi ada temuan sebesar Rp700 juta. Uang tidak kunjung dikembalikan sampai lewat batas waktu 60 hari.

Temuan itu membuat mantan Kades berinisial SHR mundur dari jabatannya. “Indikasinya itu yang dari pekerjaan fisik,” beber Syarif. Indikasi korupsi proyek fisik swakelola desa diduga ditutupi dengan memanipulasi LPJ. Desa Manggeasi  pada tahun 2017 mengelola anggaran DD/ADD sebesar Rp1,6 miliar.

Temuan Inspektorat dengan indikasi yang sama juga muncul pada LPJ DD/ADD Desa Malaju, yakni sebesar Rp200 juta. Desa Malaju pada tahun 2017 mengelola DD/ADD sebesar Rp1,4 miliar. Indikasi kerugian negara dari penyimpangannya kini masih dihitung. “Dari hasil audit itu nanti kita matangkan penyelidikannya,” pungkas Syarif. (why)