Polres Dompu Larang Warga Ikut Demo ke Jakarta

Massa memadati kawasan bundaran air mancur saat aksi "4 November" di Jakarta, Jumat (4/11). Aksi yang diikuti ratusan ribuan orang itu menuntut kepastian hukum terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/foc/16.

Dompu (Suara NTB) – Polres Dompu akan melarang warga untuk ikut aksi bela Islam ke-3 pada 2 Desember mendatang di Jakarta. Larangan ini telah ditindaklanjuti pada angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP) untuk melaporkan pada pihak keamanan bila ada mobilisasi massa yang akan ikut aksi 2 Desember. Larangan ini untuk mengantisipasi gangguan keamanan negara.

Kapolres Dompu, AKBP  Jon Wesley Aryanto, S. IK., kepada Suara NTB mengatakan, langkah yang diambil tersebut berdasarkan instruksi Kapolda NTB Brigjen Pol. Drs. Umar Septono, SH., MH kepada seluruh jajaran Polres di Polda NTB. Masyarakat diminta untuk fokus pada permasalahan daerah. Persoalan hukum atas kasus dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok, diserahkan sepenuhnya pada aparat penegak hukum.

“Kita akan melakukan pendataan. Terkait permasalahan yang saat ini terjadi sudah ditangani pihak kepolisian,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin, 21 November 2016.

Langkah lain yang akan dilakukan yakni meminta masyarakat tetap menjaga kebhinekaan yang sudah 71 tahun dibina bersama. Jangan sampai munculnya persoalan tersebut mejadi pemicu rusaknya kerukunan hidup masyarakat. Selain itu, ditekankan agar masyarakat tak satupun yang boleh berangkat ke Jakarta. Termasuk akan dikoordinasikan pada pemilik AKAP untuk tetap menginformasikan polisi terkait adanya mobilisasi masyarakat menuju Jakarta.

“Langkah preventifnya nanti akan kita cegat,” tegasnya.

Terkait pengamanan di jalur masuk keluarnya kendaraan, pengamanannya akan diserahkan ke Mapolres setempat, seperti pelabuhan Poto Tano dan pelabuhan Bima. Sementara pihaknya tetap fokus pengamanan di Terminal Ginte.

Masyarakat diharap tetap menjaga keamanan daerah, jangan sampai persoalan di Jakarta tersebut merembet dan mengganggu keamanan daerah. Kedepan langkah yang diambil pihaknya bersama TNI terkait aksi 2 Desember yaitu operasi lapangan.

“Kita juga sudah membuat rencana operasi kontigensi di Kabupaten Dompu,” tandasnya. (jun)