Polres Dompu hadiahi Timah Panas Ayah Tiri Cabul

Dompu (Suara NTB) – Kapolres Dompu, AKBP. Erwin Suwondo, S. IK, MIK., memastikan pelaku pencabulan anak tiri berinisial Ma akan diproses hukum. Tesangka kini ditahan bahkan telah dihadiahi timah panas lantaran berusaha kabur. Hasil visum tim dokter pun terbukti bahwa Ma telah berulang kali menyetubuhi anak tirinya, Li (14).

“Dari dokter memang ada bekas persetubuhannya, tersangka sudah kita tahan dan kita hadiahi timah panas di kakinya,” kata dia dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya, Senin, 2 April 2018.

Iklan

Aksi bejat dan melawan hukum yang dilakukan tersangka akan ditindak tegas bahkan diatensi khusus, apalagi korban merupakan anak di bawah umur dan penyandang disabilitas. Parahnya, kata Erwin Suwondo, perlakuan semacam ini dialami Li untuk kedua kalinya setelah sebelumnya dilakukan mantan Kepala Sekolah, Lk (61).

Hanya saja, untuk kasus awal tak diketahui pasti kasusnya dan penyebab dihentikannya penyelidikan sampai kemudian Lk dibebaskan. “Yang pelaku awal saya tidak tahu, yang ini saya atensi khusus,” tegasnya.

Kapolres menjelaskan, sebelum akhirnya tersangka berhasil ditangkap dan dilumpuhkan Ma sempat diamuk massa yang geram mengetahui perlakuan bejatnya. Bahkan ia menjadi target dan ditunggu-tunggu warga setempat lantaran tega menyetubui anak tirinya yang memiliki banyak kekurangan. Dan itu telah dilakukannya berulang kali hingga informasi terakhir yang diterima bahwa korban telah hamil.

“Informasinya katanya hamil, tapi saya belum tahu kepastiannya sekarang masih ditangani di PPA,” jelas dia.
Informasi diperoleh Suara NTB sebelumnya, Li telah menjadi korban pencabulan dan persetubuhan dua orang yang berbeda, pertama dicabuli oleh Lk di sekolahnya 2017 lalu. Namun kasusnya tak berlanjut sampai tuntas, tersangka malah dibebaskan dan hanya dimutasi ke sekolah lain.

Dan kasus terakhir dilakukan ayah tirinya, Ma dengan cara mengancam korban menggunakan senjata tajam. Meski sempat dirahasiakan korban akhirnya buka mulut lantaran tak tahan lagi hidup di bawah tekanan dan ancaman ayah tirinya. (jun)