Polres Bima Kota Musnahkan 35,05 Gram Sabu dan Ribuan Botol Miras

Kapolres Bima Kota, Henry Novika Chandra, bersama jajaran FKPD saat memusnahkan barang bukti sitaan, Senin, 4 Oktober 2021.(Suara NTB/Jun)

Bima (Suara NTB) – Kepolisian Resort (Polres) Bima Kota, menggelar acara pemusnahan 35,05 gram sabu dan ribuan botol Minuman Keras (Miras). Pemusnahan barang bukti sitaan selama sebulan terakhir itu, berlangsung di lapangan umum mapolres, Senin, 4 Oktober 2021.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Pengadilan (PN) Bima, Kajari Bima, Ketua DPRD Kota Bima, Sekda Kota Bima dan sejumlah pejabat penting lainnya.

Iklan

Kapolres Bima Kota, AKBP. Henry Novika Chandra, S. IK., MH., yang memimpin langsung giat pemusnahan menerangkan, barang bukti ini merupakan hasil sitaan dari Tim Cobra Alpa, Tim Cobra Bravo dan Tim Opsnal Satresnarkoba. Termasuk dari polsek jajaran dibawah kendalinya. “Miras ini hasil sitaan dan pengamanan tim selama sebulan terakhir,” ungkapnya.

Dari sekian barang bukti sitaan tersebut, di antaranya terdapat sabu seberat 35,05 gram. Kemudian miras jenis bir 492 botol, sofi 298 liter, arak 867 botol, anggur hitam 96 botol, ammer 122 botol, wiski 22 botol dan brem 20 liter.

Penyitaan dan pemusnahaan ini, tegas Kapolres, salah satu bukti komitmennya untuk tidak membiarkan narkotika, miras dan sejenisnya beredar bebas di wilayah ini. “Apapun jenis narkoba dan miras yang beredar pasti akan diberantas,” ingatnya.

Henry Novika bahkan menyinggung soal buku yang berjudul Panglima Damai Poso. Dalam buku itu, jelas tergambar bahwa awal mula dari konflik besar tersebut karena minuman keras. Pun Demikian peristiwa terbaru yang terjadi di Kecamatan Sape, yang mana konflik kelompok bermula dari pesta miras. “Betapa berbahaya pengaruh miras dan narkoba ini. Untuk itu, mari kita jaga generasi muda,” pungkasnya. (jun)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional