Polres Bima Bersihkan Miras Pemicu Konflik Sosial

Mataram (Suara NTB) – Polres Bima menyapu para penjual miras di wilayah Kabupaten Bima. Total 10 penjual miras diamankan. Sebanyak 217 botol miras oplosan dan miras golongan A turut disita.

Kapolres Bima, AKBP Bagus Satrio Wibowo menegaskan, penjualan minuman beralkohol kerap menjadi pemicu tindakan kriminal.

Iklan

“Penyelidikan kami, bahwa semakin marak peredaran miras jenis bir dan oplosan. Miras membuat masyarakat resah dan berpotensi memicu konflik sosial,” ujarnya, Selasa, 17 April 2018.

Sejumlah penjual serta barang bukti mira diamankan dari dua kecamatan, yakni Woha dan Palibelo. Enam desa yang menjadi sasaran operasi antara lain, Desa Padolo, Talabiu, Tente, Nisa, Naru, dan Kalampa.

Penjual miras berinisial UD (33) diamankan dengan barang bukti delapan botol brem dan 10 botol arak atau anak paus.

Kemudian, ES alias NH (32) diamankan dengan barang bukti 60 botol bir bintang. “Pelaku ini merupakan target operasi kami. Dia beroperasi menjual miras di Desa Talabiu,” kata Bagus.

Di Desa Talabiu, tiga orang lainnya yang diamankan diantaranya FI (44) yang tertangkap menjual 12 botol bir. Kemudian disita 12 botol miras dari pelaku MN (44), dan 10 botol dari AR (37).

Penyisiran di Desa Nisa, ditemukan penjual miras dengan inisial ND (36) dn KW (32). Mereka masing-masing diamankan dengan barang bukti 24 botol bir serta 11 botol arak.

Selanjutnya, tiga pelaku lainnya juga diamankan, yakni SL (25) di Desa Tente, YG (33) di Desa Naru, dan TF alias DO (46) di Desa Kalampa. Total miras yang disita dari ketiga pelaku sebanyak 64 botol bir dan 6 botol arak.

Bagus menjelaskan, perbuatan mereka melanggar Perda Kabupaten Bima No 5/2013 tentang Larangan Memproduksi, Mengedarkan, Menjual, dan atau Mengkonsumsi Minuman Beralkohol.

”Banyak laporan masuk ke kita terkait aktivitas peredaran miras jenis bir, akhirnya kita tindak. Apalagi ini menjelang bulan suci Ramadan,” ujarnya.

Razia penyakit masyarakat ini juga untuk mencegah terjadinya konflik antar desa maupun dusun.

”Pemicu utamanya biasanya karena mabuk mengkonsumsi miras. Jadi kita cegah sedini mungkin. Nantinya, akan terus dilakukan pemantauan terhadap penjualan miras ini,” tutup Bagus. (why)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here