Pilkada 2020, Poros Biru Rancang Koalisi di Tujuh Daerah

0
1
Ketua DPD Demokrat, TGH. Mahalli Fikri didampingi Sekretaris, Zainul Aidi. Kemudian Ketua DPW PAN, Muazzim Akbar didampingi Sekretaris, Hasbullah Muis dan Ketua DPW Nasdem, Muhammad Amin dan Sekretaris Multazam. Kembali bertemu untuk mewujudkan Poros Biru-Koalisi akan sehat diPilkada 2020. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Poros biru yang digalang tiga partai politik, yakni Demokrat, PAN dan Nasdem terus dipertajam untuk mewujudkan koalisi dalam menghadapi Pilkada serentak 2020 di tujuh daerah di NTB. Baru-baru ini, ketiga partai kembali bertemu untuk membahas keberlanjutan koalisi yang bakal dibangun untuk mengusung pasangan calon.

“Dengan pertemuan pimpinan ketiga partai ini, semakin terang dan meyakinkan bahwa Poros Biru-Koalisi Akal Sehat segera akan betul-betul terwujud dan hadir di Pilkada serentak 2020,” ujar Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH. Mahalli Fikri, Jumat, 21 Februari 2020.

Pertemuan kedua yang dilakukan tiga partai politik itu langsung dihadiri oleh petinggi partai masing-masing. Dari partai Demokrat hadir Ketua DPD, TGH. Mahalli Fikri didampingi oleh Sekretaris, Zainul Aidi. Kemudian dari PAN, hadir Ketua DPW, Muazzim Akbar didampingi Sekretaris, Hasbullah Muis dan dari Nasdem hadir Ketua DPW, Muhammad Amin dan Sekretaris Multazam.

“Dalam pertemuan itu kami tiga partai ini sepaham dan sepandangan akan pentingnya kebersamaan untuk mewujudkan poros Biru-Koalisi Akal Sehat di Pilkada 2020. Dan kami akan melibatkan DPC dan DPD masing-masing kabupaten/kota untuk pembicaraan lebih lanjutnya soal arah dukungan,” ungkap Mahalli.

Adapun poin penting lainnya yang dihasilkan dalam pertemuan tiga partai politik itu yakni bahwa mereka juga menyepakati untuk menjajaki peluang koalisi enam daerah lainnya yang akan melaksanakan pilkada serentak 2020 di NTB. Sebab awalnya bangunan koalisi yang dirancang ketiga partai hanya untuk Pilkada Kota Mataram saja.

“Poros Biru-Koalisi Akal Sehat ini bukan hanya hadir di Pilkada Kota Mataram, tapi diusahakan juga di tujuh daerah se-NTB. Karena itu disepakati untuk segera bertemu kembali dalam beberapa hari ke depan guna membahas dan mengkaji secara komprehensif peluang koalisi di tujuh daerah,” kata Mahalli.

  Pilkada Serentak, Empat Daerah di NTB Masuk Level Kerawanan Tinggi

Terakhir disampaikan Ketua Komisi V DPRD NTB itu bahwa kesepakatan lain yang juga dihasilkan dalam pertemuan tiga partai tersebut yakni mereka bersepakat untuk melaporkan secara resmi hasil komunikasi politik dan kesepahaman yang terjadi terkait bangunan poros Biru-Koalisi Akal sehat kepada DPP masing-masing.

“Sehingga Insya Allah dalam pertemuan yang akan datang, salah satu agendanya adalah membahas kemungkinan dan waktu yang tepat untuk mendeklarasikan Poros Biru-Koalisi Akal Sehat di tujuh daerah,” pungkasnya.

Ditempat terpisah, Ketua DPW Nasdem NTB, Muhammad Amin mengatakan pihaknya belum memutuskan apakah akan bergabung dengan poros biru atau tidak. Sebab di internal partainya saat ini masih ada tahapan yang sedang berjalan yakni survei elektabilitas para figur yang akan maju bertarung di Pilkada serentak 2020. “Belum, kita masih survei sekarang ini, dan soal komunikasi dengan semua kita nyaman, ndak ada yang ndak merasa nyaman,” katanya.

Disampaikan Nasdem, pihaknya menginginkan membangun koalisi yang utuh di tujuh kabupaten/kota yang akan melaksanakan Pilkada serentak 2020. Sehingga dalam bangunan koalisi, terjalin hubungan kesetaraan dengan semua parpol, sebab masing-masing parpol memiliki jumlah kursi yang berbeda-beda tiap daerah.

“Kita ingin membangun koalisi dengan semangat kebersamaan, sehingga tidak bisa dilihat dari jumlah kursi. Misalnya di Mataram boleh kita punya satu, tapi di daerah lain Nasdem menang, seperti di Dompu, empat kursi, kita Ketua DPRD di sana. Bima dan Sumbawa empat kursi, belum lagi dihitung dari provinsi. Nah semua ini harus dihitung sebagai mesin partai yang akan bergerak bersama,” pungkasnya. (ndi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here