Tertibkan Kader Mbalelo, Gerindra Tetap Solid Hadapi Pilkada 2020

0
1
Ridwan Hidayat. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Partai Gerindra nampak tak solid terkait dengan keputusan arah dukungan yang ditetapkan di tujuh kabupaten/kota di NTB yang akan melaksanakan Pilkada serentak 2020. Pasalnya, di beberapa daerah sejumlah kader Gerindra seperti tidak menerima keputusan dan ketetapan partainya.

Munculnya letupan-letupan kecil di internal Partai Gerindra terkait ketetapan arah dukungan di Pilkada serentak 2020 itu, mengindikasikan kuat bahwa ada proses yang belum tuntas di internal partai dalam pengambilan keputusan dukungan. Sehingga menyisakan kekecewaan bagi sebagian kader.

Ketua DPD Partai Gerindra NTB, H. Ridwan Hidayat yang dikonfirmasi Suara NTB terkait kondisi di internal partai besutan Prabowo Subianto itu menjelaskan bahwa keputusan arah dukungan Gerindra di pilkada tujuh daerah Kabupaten/Kota di NTB sudah diambil melalui prosedur mekanisme partai.

“Kita dalam menentukan calon yang diusung Partai Gerindra itu ada prosedurnya. Pertama kita bentuk desk Pilkada NTB, dan kabupaten/kota, tugasnya menjaring dan menyaring calon kepala daerah yang akan diusung Gerindra. Desk Pilkada NTB kemudian berkoordinasi bersama dengan tujuh daerah,” ujar Ridwan.

Dengan demikian, bahwa keputusan dukungan Gerindra di Pilkada serentak 2020 NTB itu bukan keputusan sepihak yang dilakukan oleh elit pengurus partai Gerindra Provinsi NTB. Melainkan dibahas bersama dengan pengurus masing-masing daerah yang akan melaksanakan Pilkada tersebut. Apa yang diputuskan oleh Gerindra NTB tersebut merupakan hasil penjaringan dan penyaringan yang dilakukan oleh deks Pilkada.

“Jadi nama-nama pasangan calon yang kita dukung ini berasal dari bawah dulu, bukan dari atas ke bawah. Diplenokan di desk Pilkada di tingkat DPC dan DPD Provinsi. Setelah final pleno desk Pilkada, baru kita bahas DPD, dan di sana semua pengurus hadir dan ndak ada perbedaan pendapat,” tegasnya.

  Jelang Musda, Elite "Beringin" Inginkan Suhaili Kembali Pimpin Golkar NTB

Namun demikian diakui Ridwan bahwa di satu sisi pihaknya juga membentuk tim sendiri yang bergerak secara rahasia dan tugasnya juga melakukan pemantauan terhadap dinamika konstelasi politik di masing-masing daerah.

Hasil pantauan tim rahasia DPD Gerindra NTB itu nantinya akan disandingkan dengan hasil kerja desk Pilkada untuk dipadukan sebagai dasar pengambilan keputusan arah dukungan.
“Ya disamping itu saya sebagai ketua DPD, tentu juga tidak mau kecolongan, sehingga kita juga membentuk tim secara silent. Tapi ternyata sama temuan kita dengan Desk Pilkada, bahwa figur-figur inilah yang berpeluang untuk menang dan diusung partai Gerindra,” ungkapnya.

Adapun terkait kader yang dianggap mbalelo dengan keputusan partai seperti yang ada di Kabupaten Bima dan Kabupaten Lombok Utara (KLU), sudah ditertibkan. Menurut Ridwan bahwa Gerindra sudah kembali solid, jika pun ada suara lain baru-baru ini, menurutnya itu hanya bersifat personal dan pihaknya sudah mengambil langkah-langkah untuk menertibkannya.

“Sekarang sudah ndak lagi, mereka sudah dingatkan, sudah dipanggil dan ternyata itu hanya kesalahan informasi. Itu hanya personal kader dan sudah disampaikan secara lisan akan tunduk dan patuh kepada partai, karena ini adalah keputusan besar yang tidak boleh kita semua abaikan. Kalau sudah kita ingatkan ya sudah, nanti ada sanksi dipecat,” tegasnya. (ndi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here