Hasil Musda Berpeluang Pengaruhi Peta Dukungan Golkar di Pilkada 2020

0
2
Ilustrasi Bendera Partai Golkar. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Partai Golkar NTB dipastikan akan digelar tanggal 4 – 6 Maret mendatang. Agenda utama dalam Musda tersebut yakni pemilihan Ketua DPD I Golkar NTB. Sejumlah figur bakal calon sudah mulai bermunculan.

Karena pelaksanaan Musda digelar beririsan dengan proses pencalonan kepala daerah dan wakil kepala daerah 2020 di tujuh daerah di NTB maka dinamika politik Musda juga dinilai akan sangat kental diwarnai tarik menarik arah dukungan Golkar dalam Pilkada 2020 mendatang.

Hal itu diungkapkan oleh pemerhati politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram, Ihsan Hamid. Menurutnya hasil Musda diprediksikan akan memberikan pengaruh cukup signifikan terhadap peta dukungan Partai Golkar di Pilkada serentak 2020.

“Ketika Musda ini digelar sebelum pilkada, maka tiket Pilkada ini jadi barang jualan mahal dalam konstelasi politik perebutan Ketua DPD Golkar. Itu jadi barang mahal, tiket Pilkada ini adalah emas politiknya musda,” kata Ihsan.

Diketahui Pilkada serentak 2020 di NTB akan digelar di tujuh daerah di NTB. Menguasai suara tujuh DPD II yang akan melaksanakan Pilkada itu sudah cukup sebagai modal untuk menguasai kursi Ketua DPD I Golkar NTB. Sebab itu sudah setengah dari total 14 suara yang akan diperebutkan.

“Meskipun keputusan arah dukungan ada di DPP, tapi bagaimanapun juga Ketua DPD lah yang akan memastikan rekomendasi dukungan pilkada ke DPP. Karena bagaimanapun DPP biasanya akan merujuk rekomendasi daerah,” ujarnya.

Karena itu ia melihat motivasi Suhaili FT dan Ahyar Abduh berniat untuk maju sebagai calon Ketua DPD Partai Golkar NTB juga punya kepentingan secara langsung dengan Pilkada serentak 2020. Dimana diketahui, antara Ahyar dan Suhaili sama-sama tengah menyiapkan anaknya untuk maju di pilkada serentak 2020.

  Isvie : Pengurus Golkar Kota Bima Tidak Tahu Aturan Organisasi

“Itu bisa jadi, karena bagaimanpun jika dapat memimpin Golkar, maka dengan mudah dia bisa kondisikan arah dukungan Golkar, dan bisa berubah last minute peta politiknya,” paparnya.

Di tempat terpisah, Koordinator Wilayah (Korwil) Partai Golkar untuk wilayah Bali-Nusra, Sari Yuliati yang dikonfirmasi terkait hal tersebut membantah bahwa hasil Musda akan mempengaruhi peta politik arah dukungan Partai Golkar di Pilkada serentak 2020. Menurutnya, siapapun Ketua DPD I Golkar NTB yang terpilih tak bisa mengubah arah dukungan Golkar, karena itu menjadi kewenangan DPP.

“Kita terbiasa ikuti prosedur. Soal kemana dukungan Golkar pada pilkada, itu adalah keputusan DPP, jadi nggak ada hubungannya dengan hasil Musda,” tegasnya. Diketahui, Sari juga rencananya bakal maju dalam pemilihan Ketua DPD I Golkar NTB dalam Musda yang akan digelar Maret mendatang. (ndi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here