PKB Hati-hati Putuskan Dukungan di Pilkada Loteng

Hadrian Irfani. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Dari tujuh daerah di NTB yang akan melaksanakan Pilkada serentak, hanya dua daerah yang belum bisa diputuskan oleh PKB terkait dengan arah dukungannya yakni Pilkada Kabupaten Lombok Tengah dan Pilkada Kabupaten Dompu. Sementara untuk lima daerah lainnya arah dukungan PKB sudah final.

Ketua PDW PKB NTB, L. Hadrian Irfani yang dikonfirmasi terkait dengan belum diputuskannya arah dukungan PKB di dua daerah tersebut, mengatakan bahwa selain terkadala syarat teknis, juga terkendala syarat politik, terutama di Kabupaten Lombok Tengah.

Baca juga:  Dukungan Golkar Berpeluang Dikocok Ulang Setelah Musda

Disampaikannya, untuk syarat teknis di Pilkada Loteng, ada sejumlah bakal calon yang belum melakukan proses uji kepatutan dan kelayakan di DPP PKB. Sehingga PKB belum bisa memutuskan arah dukungannya.

“Loteng memang belum sampai hari ini, karena masih ada empat balon bupati yang sedang melaksanakan fit and propertest. Kemarin belum bisa ikut, dan kita berikan kesempatan,” ujar Hadrian.

Bakal calon yang belum mengikuti proses fit and propertest tersebut yakni H. Humaidi, H. Puaddi, Ferdian Elmansyah dan L. Putria. Pekan ini mereka dijadwalkan mengikuti proses fit and propertest di DPP PKB. “Insya Allah dalam waktu dekat kita umumkan hasilnya, sehingga dalam minggu ini bisa rampung,” ujarnya.

Baca juga:  KPU Kota Mataram Tunda Pelantikan PPS dan Verifikasi Calon Perseorangan

Selain alasan teknis, salah satu kendala utama PKB belum bisa memutuskan arah dukungan di Pilkada Loteng yakni terkait pertimbangan politik. Dimana dinamika Pilkada Loteng dinilai paling tinggi dibandingkan daerah lain. Sehingga PKB harus berhati-hati dalam mengambil keputusan arah dukungannya.

“Sambil kita lihat dinamika yang terjadi di Loteng. Karena Loteng ini sangat dinamis sekali. Dari hasil survei kita, menunjukkan cukup dinamis, kekuatan relatif berimbang, sehingga kita sangat berhati-hati dalam memutuskan,” ungkapnya.

Baca juga:  Pilkada 2020 Berpotensi Ditunda

Sementara di satu sisi, PKB punya beban politik di Loteng, yakni harus bisa memenangkan Pilkada. Pasalnya Loteng tercatat menjadi basis lumbung suara terbesar PKB.  Sehingga jika kalah, maka itu dinilai akan menjadi tamparan keras bagi PKB. “Loteng ini basis PKB, karena itu kita ingin menang di sana,” tegasnya. (ndi)