Berharap Ada Lawan, Musyafirin Sisakan Tiga Partai

Musyafirin (Suara NTB/ndi)

Mataram (Suara NTB) – Pasangan kandidat petahana Pilkada Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), H.W. Musyafirin – Fud Syaifuddin sengaja tidak mengambil dukungan tiga partai politik untuk diikutkan bergabung dalam gerbong koalisi gemuk yang dibangun untuk mengusung dirinya. Musyafirin berharap tiga partai yang disisakannya itu dapat mengusung pasangan calon yang akan menjadi lawannya pada Pilkada serentak 2020 KSB.

“Kecuali tiga partai yang coba kita sisakan, yakni PAN, Demokrat dan PBB, kita berikan ruang supaya kita dapat pesaing, dapat lawan. Karena partai di luar yang tiga itu semuanya sudah merapat ke kita,” ujar Musyafirin saat dikonfirmasi usai mengikuti rapat internal di DPD PDI-P NTB, Selasa, 14 Januari 2020 kemarin. Musyafirin memastikan bahwa dirinya akan diusung oleh gabungan koalisi delapan partai politik, yaitu PKB, Gerindra, PDI-P, Golkar, Nasdem, PKS, PPP dan PKPI. Delapan partai politik tersebut memiliki total kursi di DPRD sebanyak 19 kursi dari total 25 jumlah kursi di DPRD KSB. Sedangkan enam kursi merupakan milik Demokrat, PAN dan PBB.

Baca juga:  Sistem e-Rekap Sajikan Hasil Pilkada Lebih Cepat

“Ya sebanyak 19 kursi dari 25 kursi DPRD KSB itu sudah kita kantongi, meskipun hitam di atas putihnya (dukungan) itu masih belum, karena memang semua ini masih sedang dalam poses,” katanya. Diakui Musyafirin jika dirinya berkeinginan memborong habis semua dukungan parpol yang memiliki kursi di DPRD KSB, bisa saja terjadi. Akan tetapi menurutnya hal itu tidak baik untuk iklim demokrasi yang terbangun di KSB. Sehingga dirinya menyisakan tiga partai itu dengan harapan mereka dapat mengusung pasangan calon yang akan menjadi lawannya.

“Karena kita berharap seperti itu, ada lawan, makanya kita jaga agar tidak semuanya ke kita. Kita berikan ruang supaya ada ruang untuk mencalonkan. Kita berikan kesempatan pada partai lain untuk mengusung calon,” katanya. Pada dasarnya, Musyafirin tak ingin membangun koalisi gemuk, sehingga dirinya dari sejak awal cukup mengamankan dukungan partai yang memberikan dukungan pada periode pertamanya saja. Akan tetapi dalam prosesnya, Gerindra memilih datang merapat untuk bergabung dalam koalisi.

Baca juga:  Pilkada Mataram, Dukungan Demokrat Condong ke Mohan

“Sebenarnya kita utamakan koalisi awal saja, tapi Gerindra merapat, PKB sampai dengan saat ini juga berkeinginan kuat membawa bendaranya ke kita. Kita batasi dukungan parpol itu, bukan soal khawatir kotak kosong, tapi kita coba bangun demokrasi ini bersama-sama. Namun kalau memang faktanya harus kotak kosong, ya apa boleh buat tidak masalah,” katanya.

Ditegaskan Musyafirin, meskipun dirinya mendapat dukungan parpol yang sangat besar, namun hal itu tidak membuat dirinya merasa kuat. Ia akan tetap waspada dan tidak akan tergoda dengan pernyataan yang menyebutkan dirinya sangat kuat. “Boleh-boleh saja ada penilaian seperti itu, sah-sah saja, tapi tidak buat kita lengah, tetap waspada. Karena sebagai pimpinan tidak bisa membuat semua orang puas, pasti ada pihak yang tidak puas,” ujarnya. (ndi)