Pilkada KLU, Djohan Syamsu Kantongi Empat Figur Balon Wakil

Djohan Syamsu (Suara NTB/ndi)

Mataram (Suara NTB) – Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Lombok Utara (KLU), Djohan Sjamsu menegaskan kesiapan dan kesediannya kembali maju mencalonkan diri sebagai  calon Bupati di Pilkada KLU 2020.

Kesiapannya kembali bertarung itu disampaikannya di hadapan pengurus DPW NTB dan DPP PKB.

Sebagai bentuk keseriusan dan  komitmen maju di Pilkada sebagai calon Bupati, DPC PKB KLU sudah jaring empat figur yang bakal menjadi pendamping dirinya sebagai calon wakil Bupati di kontestasi Pilkada KLU.

“Kita sudah buka keran calon wakil Bupati. Dan sudah ada empat figur calon wakil kita kantongi,” kata Djohan Sjamsu, ditemui di sela-sela rapat koordinasi persiapan Pilkada dengan DPW PKB NTB, Sabtu,  12 Oktober 2019.

Empat figur calon Wakil Bupati sudah dikantongi pihaknya tersebut, adalah hasil penjaringan dilakukan DPC PKB dan komunikasi  politik baik parpol maupun figur tertentu. Figur calon wakil Bupati potensi damping dirinya di Pilkada, tidak sebatas kader parpol, Tetapi  juga berasal figur non kader parpol.

Baca juga:  24.922 KTP, Syarat Dukungan Balon Perseorangan Kota Mataram

Pihaknya sangat terbuka kepada figur manapun termasuk non kader parpol, yang jalin komunikasi dan berkeinginan bersama pihaknya di Pilkada KLU. Hanya saja, Mantan Bupati Lombok Utara masih memilih merahasiakan figur-figur calon wakil Bupati peluang dampinginya di Pilkada KLU. “Nama calon wakil belum bisa saya sebutkan. Tetapi prinsipnya, Mereka siap berpasangan dengan kita di Pilkada KLU,” tandasnya.

Pihaknya dalam menentukan siapa figur calon wakil Bupati tentu akan jadikan hasil survei terkait elektabilitas dan popularitas kandidat

itu sebagai bahan pertimbangan dalam memilih calon wakil. Sebab itu, tim internal PKB akan melakukan survei dengan melakukan simulasi pasangan calon (paslon). Artinya, dengan siapa figur calon wakil Bupati tersebut, dirinya memiliki elektabilitas dan popularitas tertinggi.

Selain itu, dalam memilih calon wakil Bupati tentu pihaknya juga mempertimbangkan unsur dukungan parpol. Pasalnya, PKB dengan raihan tiga kursi di DPRD KLU, masih membutuhkan tambahan tiga kursi. Dengan syarat minimal enam kursi dalam mengusung paslon di Pilkada. “Tentu kita harapkan juga figur calon wakil, bisa membawa dukungan koalisi parpol,” ucapnya.

Baca juga:  KPU akan Terapkan Sistem E-Rekap di Pilkada 2020

Sebagai ikhtiar dirinya dalam meraih dukungan parpol di Pilkada KLU, ia sudah jalin dan melakukan lobi politik dengan sejumlah parpol, misalnya Partai Golkar, Partai Gerindra, PPP, PBB, dan PKS. Ia pun memastikan daftar dalam bursa penjaringan calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah dibuka parpol tersebut.

Baginya, keputusan dirinya maju berlaga di Pilkada KLU 2020, tak terlepas dari desakan dan dukungan kuat dari masyarakat KLU, agar Ia kembali tampil memimpin kabupaten termuda di NTB tersebut. Dukungan terus mengalir bagi dirinya agar tampil di Pilkada KLU, jadi spirit dan motivasi terbesar untuk memberikan terbaik bagi masyarakat KLU.

Ia bertekad, jika diberikan amanah oleh masyarakat KLU di Pilkada 2020 mendatang, akan mengembalikan marwah KLU. Dengan dorong percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat KLU. “Kita lihat pembangunan di KLU stagnan. Begitu saja tidak ada perubahan,” pungkasnya. (ndi)