Duet Humaidi – Pelita Menguat di Pilkada Loteng

Humaidi dan Lalu Pelita Putra (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Ketua DPC PKB Lombok Tengah, Lalu Pelita Putra sangat santer disebut-sebut akan digandeng menjadi bakal calon Wakil Bupati oleh Ketua DPD II Partai Golkar Lombok Tengah, H. Humaidi. Pasalnya, paket Humaidi-Pelita ini dinilai cukup ideal dalam peta pertarungan pada Pilkada Lombok Tengah 2020 mendatang.

Pelita Putra yang dikonfirmasi terkait hal Itu tidak menampiknya. Komunikasi dirinya dengan Humaidi juga selama ini berjalan lancar. Meskipun belum sampai tahap final, mengingat masih ada proses politik di masing-masing partai politik mereka. Baik di PKB maupun Golkar.

“Dengan siapapun kalau kita nyaman, kita akan gandeng, politik itu cair. Soal paket, Humaidi-Pelita, sah-sah saja, karena kita bangun komunikasi dengan semua. Bahkan ada juga yang sudah datang melamar jadi wakil,” kata Pelita.

Disampaikan Pelita, saat ini konstelasi politik masih berlangsung cair. Semua partai politik tengah melakukan komunikasi penjajakan untuk membangun koalisi. Pasalnya di Lombok Tengah tidak ada satupun partai yang bisa mengusung sendiri, sehingga harus berkoalisi.

PKB berencana membangun koalisi besar di Pilkada Loteng. Namun demikian, untuk komunikasi dengan partai-partai dalam rangka penjajakan peluang membangun koalisi masih belum terlalu serius, karena fokus untuk mejaring figur yang akan diusung. Setelah menemukan figur bakal calon yang akan diusung, baru kemudian akan dimulai secara intensif penjajakan koalisi.

“Pembicaraan belum terlalu jauh, kita baru diskusi-diskusi saja dengan teman-teman Parpol yang lain.  Sedapat mungkin kita akan upayakan untuk membangun koalisi sebanyak-banyak partai. Karana kami sadar bahwa kita hanya 6 kursi, sementara dibutuhkan 10 kursi untuk bisa mengusung,” ujarnya.

PKB Kabupaten Lombok Tengah, kata

Pelita, saat ini sedang mempersiapkan proses internal untuk menghadapi Pilkada serentak 2020. Dibulan Oktober ini, PKB akan membentuk tim desk Pilkada yang akan bekerja untuk melakukan penjaringan bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang akan diusung. “Insya Allah Oktober ini semua sudah rampung, tim desk Pilkada kita terbentuk dan baru kemudian bekerja untuk melakukan penjaringan, kita buka pendaftaran,” ujarnya.

Dengan dibentuknya tim deks Pilkada ini, maka PKB tidak menutup diri hanya untuk kader Internal saja. PKB juga membuka diri terhadap figur-figur yang berasal dari luar kader, yang ingin maju di Pilkada. PKB menjamin akan memperlakukan sama semua kandidat yang mendaftar, baik kader maupun non kader. “Intinya siapapun dia, baik kader dan dari luar kader, dia harus tetap mengikuti proses penjaringan internal partai. Siapapun yang mendaftar di PKB, semua punya peluang yang sama untuk diusung,” tegasnya.

Dijelaskan Pelita, dalam penentuan siapa pada akhirnya yang akan diputuskan untuk diusung PKB. Dalam proses penjaringan tersebutlah akan ditentukan. Semua figur yang mendaftar akan digodok. Sehingga sampai ditemukan sosok figur yang dinilai memenuhi kreteria untuk diusung.

“Sementara memang kita konsen di internal. Belum ada komunikasi yang serius. Siapa yang mendaftar, akan kita uji, dan akan kita tes kualitasnya dengan instrumen yang kita miliki. Saya sendiri juga tinggal menunggu restu ibu. Karena langkah politik saya di jalan restu ibu, saya tidak pernah takut meskipun melawan musuh kuat sekalipun, tapi selemah apapun musuh, saya tidak akan maju kalau tidak ada restu ibu,” pungkasnya. (ndi)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.