Koalisi Gerindra – PKS Berlanjut di Pilkada 2020

Ketua DPW PKS NTB, H. Abdul Hadi foto bersama Ketua DPD Partai Gerindra NTB, Ridwan Hidayat. (Suara NTB/ndi)

Mataram (Suara NTB) – Selain menjajaki figur bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang akan diusung dalam perhelatan Pilkada serentak 2020 di tujuh kabupaten/kota di NTB, partai politik juga mulai gencar saling menjajaki untuk membangun berbagai opsi rancangan format koalisi dalam rangka mencapai tujuan memenangkan pertarungan.

Partai Gerindra dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merupakan salah satu yang tengah mencoba merancang  bangunan format koalisi bersama di tujuh kabupaten kota akan mengikuti Pilkada serentak 2020. Mereka saling menjajaki untuk menemui titik temu kepentingan politik bersama dalam agenda Pilkada serentak 2020.

Ketua DPW PKS NTB, H. Abdul Hadi tak menampik jika partainya sedang melakukan pendekatan dengan Gerindra. “Ya, PKS dan Partai Gerindra mencoba rancang format koalisi bersama di Pilkada serentak,” kata Hadi usai menggelar pertemuan tertutup di ruang fraksi PKS DPRD NTB bersama Ketua DPD Partai Gerindra NTB, Ridwan Hidayat, Rabu, 2 Oktober 2019.

Dikatakan Hadi, dari hasil komunikasi dan pendekatan di antara kedua parpol tersebut, sementara ini, pihaknya menemukan banyak kesamaan agenda politik dan sudut pandang dalam kepentingan di Pilkada serentak 2020.

Akan tetapi Hadi juga nengakui bahwa dari tujuh kabupaten kota akan menggelar Pilkada serentak 2020, tidak semua PKS dan Partai Gerindra mungkin bisa jalin koalisi untuk mendukung dan mengusung pasangan calon (paslon) yang sama. Namun kedua partai sama-sama saling mengharapkan di sebagian besar daerah yang bakal menggrlar politik,  kedua parpol itu bisa

bergabung dalam satu poros koalisi.

Kedekatan PKS dengan Gerindra tersebut pada dasarnya bukanlah hal baru. Ditingkat pusat, kedua partai sudah cukup lama dalam satu barisan gerbong koalisi. Bahkan saking dekatnya hubungan kedua partai, sifat hubungan mereka tidak hanya sebatas pada ikatan koalisi kepentingan politik, melainkan mereka menyebutkan dirinya sebagai sekutu.

Soliditas kerja mesin politik kedua partai tersebut telah dibuktikan pada Pemilu Presiden 2019 lalu yang mampu memenangkan pasangan Prabowo-Sandi di NTB. Bahkan untuk Pileg, hanya PKS dan Gerindra yang berhasil sama-sama mengirimkan dua wakilnya ke DPR RI dari NTB. “Koalisi Gerindra dan PKS bisa berangkat dari koalisi Pilpres lalu,” ungkap wakil ketua DPRD NTB tersebut.

Ditempat yang sama, Ketua DPD Partai Gerindra NTB, H. Ridwan Hidayat mengakui, dari komunikasi kedua parpol itu ada beberapa daerah diharapkan bisa jadi prioritas bagi koalisi bersama di Pilkada serentak. Misalnya di Pilkada Lombok Tengah, Pilkada Kota Mataram, Pilkada Lombok Utara, Pilkada Sumbawa dan Pilkada Bima.

Dengan bergabung dua parpol  itu  dalam satu koalisi diharapkan peluang dan potensi kemenangan makin terbuka lebar. “Gerindra dan PKS sama-sama memiliki mesin politik cukup  solid dan efektif. Dan ini peluang untuk kita bisa memenangkan Pilkada serentak,” ujar Ridwan.

Hanya saja, dalam komunikasi di antara dua  parpol itu belum ada kesimpulan apapun. Tetapi Gerindra dan PKS berkomitmen untuk jalin komunikasi lebih intens lagi untuk mencari titik temu atau kesepakatan. Sehingga koalisi PKS-Gerindra bisa terbangun. (ndi)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.