PAN Bersedia Dampingi Petahana di Pilkada KSB

Muhammad Nasir (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), menyatakan tak memaksakan diri mendorong kadernya menjadi bakal calon Bupati di Pilkada KSB 2020. PAN bersikap realistis. Jika memang hanya memungkinkan kadernya menjadi balon Wakil Bupati, asalkan hal itu lebih memungkinkan untuk meraih kemenangan, PAN tak mempersoalkannya.

Hal itu ditegaskan Ketua DPD PAN KSB, Muhammad Nasir. Menurut dia, partainya akan mengambil langkah politik yang paling realistis dalam menghadapi Pilkada serentak 2020 di KSB. “Tak ada kita patok harus jadi calon nomor satu. Jadi nomor dua tak masalah,” katanya, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Rabu, 2 Oktober 2019.

Dengan mencermati dan menelaah situasi politik di Pilkada KSB, Pihaknya tak mau memaksakan kader PAN harus maju sebagai bakal calon Bupati. Jika realitas politik lebih memungkinkan kader PAN jadi bakal calon wakil bupati. Tentu pihaknya akan lebih bersikap realistis dengan kondisi tersebut.

Oleh karena itu, terbuka kemungkinan bagi PAN merapat ke calon petahana yang juga politisi PDIP, HW. Musyafirin di kontestasi Pilkada. Dengan syarat, calon petahana  menggandeng kader PAN sebagai calon pendamping di Pilkada 2020. “Kita ada opsi sodorkan kader ke calon petahana,” ucap mantan ketua DPRD KSB tersebut.

Ada dua kader PAN  KSB dipastikan siap bertarung di Pilkada 2020. Yakni ketua DPD PAN KSB, Muhammad Nasir dan M. Nur Yasin. Diantara keduanya nanti siapa yang diusung PAN di Pilkada KSB, sangat tergantung dari tingkat elektabilitas dan parpol koalisi.

Raihan tiga kursi di DPRD KSB, PAN tidak bisa mengusung paslon sendiri. PAN butuh

parpol mitra koalisi. Dengan posisi dirinya sebagai ketua DPD PAN KSB, tak otomatis ia langsung meraih tiket usungan PAN di Pilkada KSB.

Jika memang tingkat elektabilitas kader PAN lain lebih tinggi, dan parpol koalisi lebih menghendaki kader tersebut. Maka PAN tentu akan dukung kader tersebut di Pilkada. Sehingga yang akan diusung tidak harus dirinya. “Prinsipnya, siapapun itu maju di Pilkada terpenting kader PAN. Entah saya atau pak ustadz Nur Yasin,” jelasnya.

Dia menambahkan, sejauh ini komunikasi politik dan silaturahmi terus dilakukan dengan sejumlah partai politik. Tak hanya itu, pihaknya juga melakukan kunjungan ke sejumlah pimpinan partai.

Komunikasi politik juga dibangun dan dijajaki dengan sejumlah kandidat yang berkeinginan maju di Pilkada KSB. Termasuk calon petahana, Musyafirin. Hanya saja, karena tahapan masih lama, maka situasi politik masih cair. Sehingga belum ada kesepakatan politik apapun. “Semuanya sedang berproses dan berjalan,” imbuhnya.

Menurutnya, dalam politik semua masih serba dinamis karena waktu Pilkada masih sangat panjang. Karena itu, pihaknya terus melakukan konsolidasi dengan sejumlah partai politik untuk membantu kesamaan visi misi tersebut.

Sementara itu di tempat terpisah, Sekretaris DPD PDIP NTB, Lalu Budi Suryata membenarkan sudah ada komunikasi terjalin antara PDIP dan PAN di Pilkada KSB. Menurutnya, koalisi PDIP dan PAN sangat terbuka lebar di Pilkada KSB.

Baginya sah-sah saja, Jika PAN berkeinginan menyodorkan kader sebagai bakal calon pendamping kader PDIP di Pilkada KSB. Terkait siapa nanti figur pendamping kader PDIP juga calon petahana, Musyafirin itu sangat tergantung dari komunikasi politik berlangsung di antara parpol. (ndi)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.