Menanti Gebrakan Wakil Rakyat NTB di Senayan

Pelantikan Anggota DPR RI di Jakarta, Selasa, 1 Oktober 2019. (ant/bali post)
Pelantikan Anggota DPR RI di Jakarta, Selasa, 1 Oktober 2019. (ant/bali post)

Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 11 orang anggota wakil rakyat DPR RI dari Provinsi NTB hasil Pemilu 2019 resmi dilantik untuk masa jabatan 2019-2024, Selasa, 1 Oktober 2019.

Dari 11 orang tersebut, sebagian besar merupakan wajah baru. Dengan kehadiran wajah baru tersebut, mereka diharapkan bisa memberikan suntikan energi baru dalam kiprah mereka di Senayan untuk lebih getol memperjuangkan aspirasi masyarakat NTB.

Suryadi Jaya Purnama, salah satu wakil rakyat dapil NTB II yang ikut dilantik, merupakan wajah baru. Ia pun berkomitmen memberikan warna baru yang berbeda dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat NTB di panggung politik Senayan. Ia akan mempertajam fungsinya sebagai anggota legislatif yang mewakili daerah.

“Sebagai perwakilan dari dapil, maka saya akan berjuang untuk mewakili dapil, fungsi advokasi kepentingan daerah dan  diplomasi akan kita pertajam lagi,” katanya saat dikonfirmasi Suara NTB.

Lebih lanjut disampaikan politisi PKS yang akrab disapa SJP ini, ia melihat problem yang dihadapi selama ini para wakil-wakil NTB yang duduk di pusat, belum terlalu maksimal menjalankan peran advokasi kepentingan daerah. Begitu juga dengan peran diplomasinya.

Sehingga wajar saja jika NTB kemudian tidak pernah mendapatkan perhatian nasional lebih serius.

“Eksistensi NTB dalam percaturan politik nasional belum terlalu diperhitungkan, karena duta-duta NTB yang ada di pusat selama ini kurang maksimal. Karena itu secara khusus yang akan saya lakukan adalah membela kepentingan daerah. Kita advokasi, pembelaan kepentingan daerah dinasional jadi fokus kita.  Kuncinya kalau pasif, tidak ada yang bisa kita perjuangkan, tapi kalau aktif, tidak ada batasnya,” ujar SJP.

Berkaca dari kiparah wakil rakyat NTB sebelumnya, tidak sedikit dari mereka yang memiliki pengaruh besar di panggung politik nasional, namun juga tidak memberikan dampak yang segnifikan untuk berkontribusi dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat NTB.

“Karena memang ada anggota Dewan yang bisa jadi simbol kebanggan daerah di nasional, dia dikenal

sebagai tokoh nasional dari daerah, namun tidak konkret perannya ke daerah.  Tapi ada sebaliknya juga, tidak menojol di nasional tapi berperan besar untuk daerah. Nah ada juga anggota yang tidak dua-duanya,” jelasnya.

Akan tetapi, hal yang menurut SJP paling mendesak untuk dibangun dengan wakil rakyat NTB di pusat ke depan ini adalah, terbangunnya sinergisitas yang kuat dengan pemerintah daerah. Selama ini hal itulah problem paling mendasar yang terjadi sehingga peran advokasi menjadi kurang maksimal. Selain itu, sinergi atar sesama wakil rakyat juga tidak kalah penting.

“Sinergi antara DPR RI dengan pemda, selama ini saya lihat agak lemah koordinasinya. Sehingga perlu Gubernur dan Bupati berkoordinas perwakilan dari NTB. Kita berharap Gubernur, pak Zulkieflimansyah bisa mengawali itu,  bernisiatif mengundang kita usai dilantik,” katanya.

Koordinasi antar sesama wakil rakyat juga tidak kalah penting untuk dibangun sehingga bisa saling berkolaborasi untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat NTB. Misalnya dengan berusaha semaksimal mungkin, para wakil dari NTB bisa duduk di komisi-komisi yang berkaitan langsung dengan kepentingan daerah.

“Sehingga bisa kita dorong konsep membangun itu dari bawah. Siapa yang paling membutuhkan itulah yang diberikan prioritas anggaran, dan kitalah NTB salah satu termasuk papan bawah, sehingga baru bisa naik. Tapi kenyataannya NTB selalu relatif lebih kecil dari pada dua provinsi tetangganya, dana DIPA yang diperoleh,” pungkasnya.

Sementara itu, anggota DPR RI dari Partai Nasdem, M. Syamsul Lutfhi juga berkomitmen akan lebih memaksimalkan kembali perannya sebagai wakil rakyat dari sebelumnya. Untuk memperbesar kontribusinya ke daerah, ia akan berusaha untuk bisa duduk di komisi yang menyangkut langsung dengan kepentingan NTB. Ia berkeinginan duduk di Komisi X yang membidangi pariwisata, pendidikan, sejarah.

“Sesuai dengan apa yang sedang menjadi fokus pembagunan di daerah pemilihan. Lombok sebagai destinasi wisaya internasional,” katanya. (ndi)