Rektor UTS Siap Maju di Pilkada Sumbawa

Rektor UTS,  Andy Tirta (Suara NTB/ist)

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Rektor Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Dr. Andy Tirta M.Sc menyatakan dirinya siap maju di Pilkada Sumbawa 2020. Setelah namanya muncul sebagai salah satu kader internal yang didorong PKS. Secara kebetulan, jabatan Rektor yang kini diembannya memang akan berakhir masa tugasnya pada Maret 2020 mendatang.

“Saya melepas jabatan Rektor, tidak ada kaitannya dengan rencana pencalonan saya oleh PKS di Pilkada. Hanya karena kebetulan memang sudah waktunya untuk mengakhiri. Saya diangkat sebagai Rektor UTS, 11 Maret 2016 yang artinya kan berakhir 11 Maret 2020 mendatang. Memang tidak ada aturan yang membatasi periodesasi menjadi Rektor. Jabatan Rektor bisa dijabat kembali untuk periode kedua. Namun yang terbaik untuk UTS adalah jabatan Rektor hanya satu periode agar kampus tersebut bisa berkembang cepat,” terang Boy, sapaan akrab Andy Tirta.

Berkaitan dengan Pilkada, Boy mengaku memang diperintahkan PKS untuk maju. Sebagai kandidat dari internal partai bersama Ketua DPC PKS, M. Takdir.

“Awalnya, nggak ada niat ke politik. Tetapi sebagai kader partai, mau enggak mau, kita harus nurut. Sebenarnya setelah dikasih tahu satu bulan yang lalu (oleh PKS), Saya disuruh sosialisasi.  Saya menggunakan momentum itu untuk ketemu orang sebanyak-banyaknya,” ujarnya.

Pihaknya pun tak menargetkan apapun terkait pencalonannya. Artinya, tidak ada kewajiban dan target yang dibebankan kepadanya untuk harus menang di Pilkada. Meski diharapkan menang.

“Jadi, ngalir aja. Saya silaturrahim ke Orong Telu, Alas Barat, ke mana mana dan minggu depan ke Batulante happy happy aja. Benar-benar pertamanya saya kena pilih,” kata Rektor muda yang merasa terharu dengan penerimaan masyarakat Sumbawa selama ini.

Lalu bagaimana dengan restu dari Gubernur NTB? Komunikasi yang dibangun sejak tahun lalu pun kesannya belum mengarah ke sesuatu yang serius. Sebab dirinya memang tidak ada intensi apa-apa untuk terjun ke dunia politik.

“Saya sih juga nggak mau Gede Rasa (GR). Saya tahu diri pengalaman saya di dunia birokrasi masih kurang. jadi saya hanya berusaha silaturrahim, ketemu orang sebanyak-banyaknya mengenalkan diri saya. Urusan saya dipilih atau tidak oleh PKS didukung atau tidak oleh Pak Gubernur itu urusan nanti. Hari ini saya gak fokus di situ. Jadi kalau hari ini saya fokus Bang Zul (Gubernur) dukung saya atau tidak baru saya jalan, kayaknya

itu enggak asik aja,” jelasnya.

Artinya, Andy Tirta maju ke Pilkada karena memang diminta partainya untuk maju. Tetapi mengharapkan untuk maju ini karena alasan Bang Zul semata, bagi Boy a akan mengurangi semangat perjuangan ini. Bahkan dia telah membentuk Lembaga Sumbawa Maras Sejahtera, lembaga yang akan dipakai sebagai road founding.

“Saya coba hubungi teman-teman saya di Jakarta, teman saya di Korea, yang bergerak di berbagai bidang, saya akan ngomong ke mereka bahwa saya akan maju sebagai Bupati Sumbawa. Kalau teman-teman tahu saya orang baik, punya integritas, sangat baik, please support me,” ujarnya.

Andy menegaskan, ia tidak akan maju dengan cara mengorbankan hal-hal yang berlebihan. Misalnya, dengan berutang pada pihak lain. Andy pun mengaku tidak punya uang sebanyak kandidat yang lain. Hanya saja, ia meyakini ada banyak teman dan keluarganya yang siap membantu.

“Saya juga punya ide yang bisa dijual. Kalau menarik, saya bilang bantu saya. Saya bilang bahkan ke relawan pun yang ada membantu saya, kalian harus bantu saya. Dan saya lepas banget,” tuturnya.

Andy pun tidak menargetkan apakah akan mengambi posisi calon Bupati atau calon Wakil Bupati di Pilkada. Bahkan tidak terpilih pun nantinya sebagai calon dari PKS, diirnya tetap bahagia.

“Hari ini saya sangat bersyukur sekali saya dapat momentum ini. Saya bisa silaturrahim ke banyak sekali orang. Enak banget. Kan ada  kesempatan juga bagi Pak Takdir (Ketua DPC PKS) untuk maju. Saya gak bilang PKS mengerucut ke saya. Tapi kita sama-sama jalan, sama-sama bergerak. Trus kami terus berusaha. Saya tidak tahu perkembangan Pak Takdir kayak gimana. Tapi Senin sampai Jumat, sore harinya saya mutar (ketemu masyarakat),” pungkas Andy.

Sebelumnya, pada acara wisuda UTS, Gubernur NTB saat memberikan sambutan juga mengatakan akhir masa tugas Andy Tirta sebagai Rektor UTS pada Maret 2020 mendatang bertepatan dengan dibukanya pendaftaran di KPU.

Hal ini menyiratkan keseriusan Andy Tirta akan serius menjadi calon Bupati Sumbawa. Lalu mengenai pengganti Andy Tirta sebagai Rektor UTS, Dr. Zul yang juga Pendiri UTS ini, mengaku tidak akan kesulitan mencari penggantinya. Mengingat banyak dosen UTS yang kuliah di luar negeri menyelesaikan program doktoralnya dan akan pulang ke Sumbawa dalam waktu dekat ini. (arn)