Gerindra Dorong Paket Najmul – Syarif Jilid II

Najmul Akhyar dan Syarifuddin (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Dinamika politik jelang perhelatan Pilkada serentak tujuh Daerah kabupaten/kota di NTB terus bergerak dinamis. Sejumlah figur bakal calon terus bermunculan dengan berbagai manuver politiknya. Demikian juga dengan partai politik, terus melakukan penjajakan dan komunikasi baik dengan figur maupun sesama partai untuk membangun koalisi menghadapi Pilkada serentak 2020.

Partai Gerindra merupakan salah satu yang sudah memulai proses penjaringan bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah. Akan tetapi di Pilkada Kabupaten Lombok Utara (KLU), Gerindra nampaknya lebih condong untuk mendorong paket pasangan petahana, Najmul Akhyar-Syarifuddin jilid II pada Pilkada 2020. Gerindra lebih menghendaki agar Syarifuddin untuk tetap calon wakul bupati berpasangan dengan Najmul.

Hal itu disampaikan secara eksplisit oleh Ketua DPD Partai Gerindra NTB, H. Ridwan Hidayat. Ia nampaknya tidak menginginkan duet Najmul-Syarif itu terpisah di Pilkada 2020. “Belum tentu (pecah), kan belum ditentukan, siapa yang sudah menentukan Syarif yang akan didorong Gerindra (jadi Bupati), kan belum,” katanya saat dikonfirmasi Suara NTB pekan kemarin.

Ditegaskan Ridwan bahwa untuk Pilkada KLU dan daerah-daerah lainnya masih dalam proses. Saat ini telah mulai proses penjaringan dan yang akan dilanjutkan dengan survei elektabilitas. Hasil survei itulah nantinya yang akan menjadi penentu apakah Gerindra bakal mendorong kadernya menjadi calon Bupati atau wakil Bupati.

Baca juga:  Ahda Berpeluang Pasangan dengan Mohan

“Sekarang kami sedang dalam proses, DPC, sudah bentuk tim penjaringan, kemudian kita akan turunkan tim survei. Di KLU kader kita banyak, semua kader kita dorong maju. Karena nanti survei yang akan menentukan, kalau hasil survei rendah, ya ndak bisa kita paksakan,” jelasnya.

Ditempat terpisah, sebelumnya,

bakal calon petahana Bupati KLU, Najmul saat dikonfirmasi dalam kesempatan kegiatan di DPD Demokrat NTB, baru-baru ini mengatakan bahwa proses politik pencalonan kepala daerah di KLU masih berlangsung dinamis. Sehingga semua kemungkinan masih sangat terbuka terjadi. Apakah dirinya akan tetap berpasangan dengan Syarif atau tidak pada Pilkada 2020 mendatang.

“Jadi segala kemungkinan itu ada, bisa terjadi (berpasangan) bisa juga tidak terjadi. Karena politik itukan dinamis, segala kemungkinan itu ada. Karena itu kita lihat saja bagaimana perkembangannya ke depan ini,” katanya.

Baca juga:  24.922 KTP, Syarat Dukungan Balon Perseorangan Kota Mataram

Ditanya lebih lanjut, apakah dirinya sudah pernah melakukan pembicaraan dengan Syarif terkait Pilkada serentak 2020. Najmul menjawab, sejauh ini belum ada pembicaraan serius dengan wakilnya itu terkait Pilkada. Najmul mengaku, mereka berdua saat ini masih fokus melaksanakan tugasnya sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah.

“Sampai hari ini kami masih sibuk terus untuk melayani masyarakat, untuk selesaikan hal-hal yang berkaitan dengan recovery pascabencana gempa di KLU. Itu yang lebih kami sering diskusikan, dari pada diskusi soal Pilkada. Jadi belum pernah bicara soal Pilkada dengan Syarif, kita masih fokus melaksanakan kewajiban sebagai kepala daerah,” katanya.

Lantas bagaimana persiapannya dalam menghadapi Pilkada serentak 2020. Terutama dalam mencari bakal calon wakil? Najmul menjawab bahwa ia selaku kader partai, akan menunggu arahan dari pimpinan partai. Namun yang pasti dirinya sangat terbuka untuk berpasangan dengan siapapun. Baik bersama Syarif maupun di luar itu.

“Jadi kalau saya, saya terbuka dan menerima siapa saja. Semakin banyak yang mau bergabung, berarti semakin banyak yang mau Ikut membangun KLU ini,” pungkasnya. (ndi)