Pilkada Mataram, Golkar Belum Temukan Calon Pendamping Mohan

Mohan Roliskana (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – DPD Partai Golkar Kota Mataram, memastikan akan mengusung Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana untuk bertarung di Piwakot Mataram 2020 mendatang. Sampai sejuah ini tidak ada nama lain, selain Mohan yang sudah menyatakan kesiapannya untuk maju.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Harian, DPD Golkar Kota Mataram, H. Didi Sumardi, SH., Kamis, 26 September 2019 kemarin. Menurutnya hanya Mohanlah yang memiliki peluang paling besar untuk dicalonkan Golkar. “Sampai sejauh ini yang saya cermati, hanya beliau sebagai ketua DPD II partai yang paling siap menggunakan kendaraan Golkar di Pilwakot 2020,” katanya.

Karena itu saat ini Golkar lebih fokus untuk mencari figur pendamping yang akan dipasangkan menjadi wakil Mohan pada Pilwakot Mataram 2020 mendatang. Golkar terus menggodok sejumlah nama yang dinilai memilliki potensi untuk dipaketkan dengan Mohan.

Baca juga:  Ahda Berpeluang Pasangan dengan Mohan

“Kita masih pada proses internalisasi, sudah mulai dilakukan, survei sudah kita lakukan dan proses pembahasan terbatas pada tingkatan tertentu juga sudah dilakukan meskipun masih belum pada kesimpulan final. Nanti pada saatnya kita ambil keputusan final,” katanya.

Disampaikan Didi, Golkar saat ini tengah melakukan survei eletabilitas terhadap semua figur yang akan tampil. Hal itu dilakukan

untuk pemetaan kekuatan politik yang akan bertarung di Pilwakot Mataram. Survei eletabilitas tersebut juga dilakukan untuk kepentingan mencari figur wakil yang tepat untuk Mohan.

“Ya kita sedang survei, nanti kita cermati segala aspirasi dan dinamika serta perkembangan politik kedepan seperti apa. Kemudian kita padukan dengan proses politik di internal Golkar. Baru kemudian kita akan putuskan siapa yang terbaik untuk mendampingi Mohan,” jelasnya.

Baca juga:  KPU akan Terapkan Sistem E-Rekap di Pilkada 2020

Ketua DPRD Kota Mataram itu menyampaikan, adapun kriteria figur calon wakil Mohan yang akan dicari oleh Golkar yakni pertama harus orang yang bisa melengkapi Mohan dalam menjalankan pemerintahan ke depan. Sehingga tujuan dan visi-misi kepemimpinan bisa tercapai.

“Soal wakil, dari mana saja tidak masalah, mau dari internal Golkar atau dari luar tidak jadi persoalan. Tapi yang paling penting bagi kami itu, wakil itu harus bisa berkontribusi maksimal untuk kepemimpinan, ada chemstry keduanya mana kala mereka terpilih. Kita harapkan mereka jadi dwitunggal, punya arah dan bersatu padu,” ujarnya.

Yang tidak kalah penting juga yakni, wakil tersebut memiliki kontribusi politik yang cukup signifikan, sehingga dapat mendongkrak popularitas pasangan. Dengan tujuan dapat memenangkan pertarungan. Bukan justru figur wakil yang melemahkan elektabilitas Mohan. (ndi)