Buntut Penetapan Pimpinan DPRD NTB, Ridwan Bantah Fraksi Gerindra Terbelah

H. Ridwan Hidayat (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Empat calon pimpinan definitif DPRD Provinsi NTB telah disampaikan dalam rapat paripurna, Senin, 23 September 2019 kemarin. Empat nama tersebut akan diusulkan ke Kementerian Dalam Negeri untuk ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK). Selanjutnya setelah SK ke luar, pimpinan DPRD Provinsi NTB bakal resmi dilantik.

Keempat calon pimpinan definitif DPRD Provinsi NTB tersebut yakni, Hj. Baiq Isvie Rupaeda dari Partai Golkar yang menjabat menjadi ketua, kemudian tiga wakil ketua yakni Mori Hanafi dari Gerindra, H. Muzihir dari PPP dan Abdul Hadi dari PKS.

Namun demikian, dalam penunjukan calon pimpinan DPRD Provinsi NTB tersebut, masih menyisakan sejumlah kekecewaan bagi pihak-pihak yang tidak dipilih oleh partainya untuk diutus menjadi pimpinan DPRD Provinsi NTB. Kekecewaan paling besar dirasakan oleh Ketua DPD Partai Gerindra NTB, H. Ridwan Hidayat yang awalnya digadang-gadang kuat menjadi pimpinan, namun di tengah jalan, nama yang ke luar dari DPP justru bukan dirinya, melainkan kadernya sendiri yakni Mori Hanafi.

Kekecewaan Ridwan Hidayat tersebut pun memicu timbulnya kabar terbelahnya Fraksi Gerindra di DPRD Provinsi NTB. Ridwan yang dikonfirmasi usai mengikuti paripurna, Senin, 23 September 2019 kemarin akhirnya angka bicara. Ia membantah Fraksi Gerindra di DPRD terbelah akibat persaingan perebutan kursi pimpinan DPRD Provinsi NTB tersebut.

“Tidak ada itu, kalau kita sebagai kader itu, apapun keputusan dari DPP, harus ikhlas diterima, baru itu namanya kader pejuang, kader sejati, taat dan patuh pada putusan pimpinan. Jadi tidak ada yang terbelah, coba tadi lihat semua anggota Fraksi Gerindra kompak pakai seragam putih khas Gerindra dalam paripurna,” katanya.

Menurutnya sebagai seorang kader, dirinya dan semua kader yang lain siap untuk diperintahkan dan ditugaskan oleh partai kapanpun dan dimanapun. Sehingga apapun yang menjadi keputusan partai, semua siap dilaksanakan.

Sebelumnya, pada saat mengetahui bahwa DPP memutuskan Mori Hanafi menjadi pimpinan DPRD Provinsi NTB, Ridwan sempat puasa bicara. Bahkan memilih menghindar ketika dikonfirmasi media. Iapun dikabarkan sempat mengancam untuk mengudurkan diri sebagai Ketua DPD Gerindra NTB, karena merasa kecewa dilangkahi oleh anggotanya.  “Itu sekali lagi hanya rumor. Itu kabar merpati, tidak benar,” tegasnya. (ndi)