Rencana Koalisi Golkar – Demokrat di Sejumlah Daerah Hampir Klop

TGH. Mahalli Fikri (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Partai Demokrat membuka diri untuk menjajaki peluang membangun koalisi dengan sejumlah partai politik dalam menghadapi Pilkada serentak 2020 yang akan digelar tujuh kabupaten/kota di NTB. Namun dari sejumlah partai politik yang sudah dijajaki sampai sejauh ini, peluang koalisi  paling sudah sangat terbuka yakni dengan Partai Golkar.

Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH. Mahalli Fikri yang dikonfirmasi Suara NTB pekan kemarin, tidak menampik bahwa komuninasi politik dalam rangka penjajakan koalisi dengan Partai Golkar sudah sangat intens dibangun. “Dengan Golkar kita sudah sangat serius,” ujar Mahalli.

Bahkan disampaikan Mahalli, progres komuninasi politik yang sudah dibangun dengan Golkar sudah nyaris klop. Karena kedua partai telah menemukan kesepemahaman politik dalam menghadapi Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB. Dikatakan Mahalli, pembicaraan Demokrat dengan Golkar sudah dilakukan beberapa kali.

“Kita sudah jauh bicara, kita sudah banyak bicara. Pembicaraan kita ini dengan Golkar sudah 90 persen,” ungkap anggota DPRD Provinsi NTB tersebut.

Baca juga:  Ahda Berpeluang Pasangan dengan Mohan

Lebih lanjut disampaikan Mahalli, pembicaraan terkait peluang koalisi dengan Golkar tersebut tidak hanya untuk daerah tertentu saja. Namun mencakup tujuh kabupaten/kota yang akan menggelar Pilkada serentak 2020.

Terbukanya peluang Golkar dengan Demokrat untuk menjalin koalisi di pilkada serentak 2020, tidak lepas dari peran mantan Ketua DPD

Demokrat NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi (TGB), yang kini telah bergabung menjadi politisi Partai Golkar. Mahalli yang dikonfirmasi terkait hal itu tidak menampiknya. “Makanya, siapa bilang kita tidak bersama TGB lagi, Insya Allah (Pilkada 2020) kita tetap bersama-sama dengan TGB,” jawab Mahalli.

Komunikasi politik yang dibangun Demokrat dari jauh-jauh hari dengan sejumlah parpol, termasuk Golkar. Karena Demokrat ingin memastikan dalam persiapan menghadapi Pilkada serentak 2020, partainya sudah rapi. Demokrat tidak ingin kembali mengulang kesalahannya pada Pilkada serentak 2018 lalu di Kabupaten Lombok Barat, yang gagal mendaftarkan bakal calon yang akan diusungnya, karena keterlambatan memutuskan membangunan koalisi.  Sehingga Demokrat tidak bisa mendaftarkan pasangan bakal calon ke KPU sampai akhir masa pendaftaran ditutup.

Baca juga:  KPU akan Terapkan Sistem E-Rekap di Pilkada 2020

“Dalam Pilkada kali ini Demokrat tidak mau terlambat, cukup peristiwa  jadi pelajaran, akhirnya tidak bisa nyalon. Karena  kita harus dari awal, karena Demokrat harus cari teman koalisi,” pungkasnya.

Di tempat terpisah, politisi Golkar, Mariadi yang juga digadang-gadang kuat menjadi kandidat kepala daerah di KLU, mengakui bahwa pihaknya telah melakukan pembicaraan dengan Demokrat. Bahkan Ketua DPC Demokrat KLU, Najmul Ahyar yang juga bakal maju menjadi bakal calon petahana Bupati, telah menyampaikan keinginan untuk mengajak Mariadi menjadi pasangannya pada Pilkada KLU 2020 mendatang.  (ndi)