Mencari Wakil, Najmul Buka Diri Dengan Semua Figur

Najmul Akhyar bersama Ketua DPD Demokrat NTB, TGH. Mahalli Fikri di sela-sela kegiatan konsolidasi fraksi partai Demokrat se-NTB, Sabtu (14/9). (Suara NTB/ndi)

Mataram (Suara NTB) – Kandidat petahana Pilkada Kabupaten Lombok Utara (KLU) 2020, Najmul Ahyar terus bergerak membangun komunikasi politik dengan sejumlah partai politik dan figur-figur yang bakal digandengnya sebagai bakal calon wakil.

Najmul Akhar yang dikonfirmasi di sela-sela konsolidasi fraksi DPRD Provinsi dan kabupaten/kota partai  se-NTB, Sabtu, 14 September 2019 pekan kemarin menyampaikan bahwa sampai saat ini dirinya masih belum memutuskan siapa figur yang akan digandengnya menjadi wakil dalam Pilkada 2020.

Dikatakannya, karena dinamika politik yang masih bergerak dinamis, ia membuka diri terhadap semua partai politik dan figur-figur lainnya yang ingin berpasangan dengan dirinya dalam menghadapi Pilkada KLU 2020. Diakuinya, sejauh ini, dirinya telah banyak menerima pihak-pihak yang berkeinginan untuk menjadi wakilnya, baik dari kalangan partai maupun profesional.

“Kalau ada yang mau berpasangan dengan kita, berarti itu suatu bentuk penghargaan kepada kita. Bagi saya, siapapun yang datang kita terima dengan baik, kita ajak berdiskusi. Karena bagi saya ruang Pilkada ini bukan semata-mata ruang kompetisi tapi ruang fastabiqul khairat,” katanya.

Ketika ditanya soal peluang kembali berduet dengan Wakil Bupati, Syarifuddin. Najmul menjawab diplomatis. Ia juga tidak menutup pintu. Menurutnya, dengan Syarifuddin, segala kemungkinan bisa terjadi, apakah paket Najmul-Syarif pada Pilkada 2015 lalu akan berlanjut di 2020 ini atau justru pecah.

“Segala kemungkinan bisa terjadi, karena ini kan masih dinamis, bisa ya bisa juga tidak. Akan tetapi dengan beliau sampai dengan saat ini belum pernah ada komunikasi yang membicarakan soal Pilkada. Kami berdua masih fokus melayani masyarakat yang berkaitan dengan recovery. Itu yang lebih sering kami diskusikan dari pada dikusi, kami lebih banyak bicara sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah,” terangnya.

Lantas kapan Najmul akan memutuskan siapa yang akan digandengnya menjadi pasangan pada Pilkada 2020 mendatang. Ketua DPC Partai Demokrat KLU itu menjawab diplomatis, menurutnya ia akan memutuskan siapa bakal jadi wakilnya pada waktu yang tepat nantinya.

“Kita ikuti saja dulu perjalanan ini, kita lihat perkembangan politik. Kalau sudah ketemu yang tepat, pasti kita akan umumkan pada waktunya, sembari kita tunggu juga arahan dari partai. Yang jelas Insya Allah kita tidak akan ketinggalan Pemilu,” katanya tegas.

Sejauh ini, konstelasi politik termuktahir jelang Pilkada di KLU, peta pertarungan masih memperlihatkan hanya akan diikuti oleh dua kandidat saja, yakni kembali mempertemukan persaingan antara Najmul dan Djohan Sjamsu. Jika pun nantinya muncul pasangan calon lain di luar Najmul dan Djohan, hanya akan menjadi pelengkap saja.

“Kalau kita apa saja, mau banyak calon, mau sendikit calon sama saja. Kalau banyak, berarti masih banyak yang peduli dengan KLU. Bagi saya yang penting adalah kita semua berikhtiar, karena saya yakin menjadi pemimpin itu adalah soal takdir,” pungkasnya. (ndi)