Golkar NTB Beri Lampu Hijau Wacana Duet Mohan – Ahda

Hj. Baiq Isvie Rupaeda (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Wacana untuk memasangkan H. Mohan Roliskana dan Badruttamam Ahda sebagai paket pasangan kandidat bakal calon Walikota dan Wakil Walikota pada Pilkada Mataram 2020 mendatang, mendapat respon dari pengurus DPD I Partai Golkar Provinsi NTB. Pasangan Mohan-Ahda tersebut tak disoal, jika memang realitas politiknya bisa memenangkan Pilwakot Mataram 2020.

“Saya memang belum melihat peta itu, tapi bagi kita tentu yang penting menang, dengan siapapun Mohan berpasangan, mau poros baru dan poros lama, tidak ada masalah,” ujar Sekretaris DPD I Partai Golkar NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda, yang dikonfirmasi, Rabu, 4 September 2019.

Wacana duet Mohan – Ahda tersebut, untuk melanjutkan duet pasangan Walikota dan Wakil Walikota antar keluarga Alm. M. Ruslan dan Ahyar Abduh, yang kemudian dilanjutkan dengan pasangan Ahyar Abduh dan Mohan Roliskana. Sehingga jika paket Mohan – Ahda ini benar terjadi di Pilwakot Mataram 2020, maka paket tersebut akan menjadi  paket dinasti. Namun demikian, bagi DPD I Golkar NTB, isu dinasti tersebut tak menjadi soal, jika memang paket itulah yang paling realistis untuk bisa memenangkan Pilwakot Mataram.

Baca juga:  24.922 KTP, Syarat Dukungan Balon Perseorangan Kota Mataram

Akan tetapi, lanjut Isvie, bahwa kepastian dengan siapa Ketua DPD II Golkar Kota Mataram itu akan dipasangkan, hasil survei akan menjadi penentunya. Sebab sikap politik Golkar yang realistis dan

pragmatis itulah, maka dalam penentuan siapa wakil yang akan digandeng Mohan harus berangkat dari hasil survei.

“Untuk Mataram, jelas Golkar akan kedepankan kader terbaik, yakni pak Mohan. Kemudian soal siapa digandeng Mohan kita tunggu hasil surveinya, sebelum November ke luar. Karena pasangan yang akan diusung Golkar itu menjadi keputusan DPP. Bagi kami kader di bawah tunduk dan taat pada keputusan DPP,” katanya.

Bahkan bagi Isvie, jika hasil surveinya memungkinkan untuk menang, Mohan digandengkan dengan kader internal Golkar yang lain, juga tidak menjadi soal. Beberapa kader internal Golkar yang berpotensial menjadi kandidat wakil Mohan, seperti Didi Sumardi dan TGH. Mujibburahman.

Baca juga:  24.922 KTP, Syarat Dukungan Balon Perseorangan Kota Mataram

“Golkar tidak kekurang stok kader, Golkar-Golkar juga bisa kalau hasil surveinya bagus, kenapa tidak, dan kita dengan sembilan kursi kan tidak perlu koalisi untuk mengusung calon,” katanya.

Namun demikian, ditegaskan Isvei, meskipun Golkar Mataram punya sembilan kursi di DPRD Kota Mataram, sehingga telah melewati syarat pengajuan pasangan calon sendiri. Akan tetapi Golkar tetap membutuhkan mitra partai koalisi. Sebab, bangunan koalisi tersebut juga bisa mempengaruhi peta politik dalam pertarungan Pilwakot Mataram. Jika tidak, maka Golkar berpotensi untuk dikeroyok oleh partai lain.

“Kita juga harus perhatikan kekuatan calon lain. Sehingga di kota Golkar bangun koalisi lain. Harus ada partai lain, kita harus berpartner dengan partai lain,” pungkasnya. (ndi)