Akhiri Masa Jabatan, Anggota Dewan Dapat ’’Pesangon’’

Mahdi Muhammad (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Anggota DPRD Provinsi NTB periode 2014-2019 akan mengakhiri masa jabatan lima tahunnya sebagai wakil rakyat pada tanggal 31 Agustus ini. Diakhir masa jabatannya, mereka akan diberikan uang pesangon pensiun atas pengabdiannya sebagai wakil rakyat. Uang pensiun yang akan diterima oleh semua anggota DPRD NTB mencapai hampir Rp1 miliar.

Sekretaris DPRD NTB, H. Mahdi yang dikonfirmasi membenarkan rencana pemberian uang pensiun tersebut. Hanya saja kata Mahdi, sebutannya bukan uang pensiun melainkan uang jasa pengabdian yang akan diberikan kepada seluruh anggota dewan. Baik yang terpilih kembali maupun tidak terpilih kembali sebagai anggota DPRD. “Sebutannya bukan uang pensiun, tapi uang jasa pengabdian selama menjadi anggota DPRD,” ujarnya.

Ia menjelaskan, masing-masing anggota DPRD NTB akan menerima uang jasa pengabdian tersebut di kisaran yang berbeda-beda. Tergantung masa jabatan masing-masing wakil rakyat, karena ada yang penuh waktu lima tahun dan ada juga yang setengah periode karena kebijakan Pergantian Antar Waktu (PAW).

Baca juga:  Silaturahmi dengan Gubernur, DPRD NTB Siap Wujudkan NTB Gemilang

“Perorang itu dihitung Rp2,5 juta pertahun. Kalau masa pengabdiannya sampai lima tahun akan menerima Rp15 juta. Bagi yang masa jabatan 2,5 tahun seperti anggota dewan pergantian antar waktu (PAW) diberikan sesuai masa jabatannya, tidak semua mesti sama angkanya,” terang Mahdi.

Mahdi juga menyebutkan, dari total 65 kursi anggota DPRD NTB, sebanyak 20 orang terpilih kembali menjadi anggota dewan pada Pemilu 2019 itu. Dan yang tidak terpilih 45 orang. “Jadi semua dapat baik anggota dewan yang tidak terpilih maupun yang terpilih kembali hasil Pemilu 2019. Kalau untuk anggota DPRD yang mengundurkan diri sebelum berakhir jabatan tidak memperoleh dana tersebut. Karena sudah ada penggantinya dari mereka yang PAW,” jelasnya.

Pemberian uang jasa pengabdian tersebut baru kali ini dianggarkan pada anggota DPRD NTB periode 2014-2019. Sementara, anggota DPRD NTB pada periode 2009-2014 tidak mendapat alokasi anggaran seperti itu.”Kalau yang dulu tidak ada dapat, ini untuk yang sekarang,” tambah Mahdi.

Baca juga:  Resmi Dilantik, Pimpinan DPRD Provinsi NTB Janjikan Kinerja Lebih Baik

Ditempat terpisah, sejumlah anggota DPRD NTB yang akan berhenti masa jabatannya telah merencanakan berbagai aktivitas setelah mereka tidak lagi menjabat sebagi wakil rakyat. Seperti yang disampaikan Wakil Ketua Komisi V, H. MNS. Kasdiyono bahwa dirinya akan melakukan aktivitas sebagai petani. “Insya Allah, saya sudah siap diri untuk bertani,” katanya.

Selain itu, beberapa diantaranya juga ada yang akan menghabiskan waktunya bersama dengan keluarga dan ada juga yang akan tetap melanjutkan karir politiknya di agenda politik Pilkada serentak 2020 mendatang. Beberapa diantaranya yang sudah berencana akan maju di Pilkada yakni Nurdin Ranggabarani, Burhanuddin Jafar Salam, Humadi, dan sebagainya. (ndi)