Masa Jabatan Singkat, Sejumlah Kandidat Pikir-pikir Maju di Pilkada

Lalu Gita Ariadi (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Masa jabatan untuk kepala daerah hasil Pilkada serentak 2020 sekitar 3,5 tahun lebih sebagai konsekuensi dari digelarnya Pilkada serentak nasional tahun 2024.
Sejumlah kandidat bakal calon kepala daerah yang sudah mengambil ancang-ancang tampil di pilkada 2020, mulai berpikir ulang untuk meneruskan proses pencalonannya. Mereka menimbang ulang kalkulasi politik masing-masing.

Salah satu kandidat bakal calon kepala daerah Kabupaten Lombok Tengah yang berasal dari kalangan birokrat, Lalu Gita Ariadi mengaku, ia juga termasuk salah satu yang mempertimbangkan ulang rencana pencalonannya.

Ia mengaku jika jabatan kepala daerah hasil Pilkada serentak 2020 hanya dijabat 3,5 tahun saja. Maka tidak maksimal untuk bisa berbuat memberikan perubahan kepada daerah. Sebab efektifnya bekerja paling maksimal hanya dua tahun. Pasalnya akan disibukan lagi oleh persiapan Pilkada 2024.

“Itu dia makanya ini, kita tidak tahu seperti apa dinamika politik ini. Karena banyak sekali kejutan-kejutan politik, bisa jadi mungkin Pilkada 2020 ini ditiadakan. Kita tidak tahu rencana pemerintah pusat seperti apa yang akan ke luar besok ini,” katanya.

Sementara ini pun, ia lebih memilih untuk melanjutkan karir sebagai pejabat birokrasi. Menginggat masa pensiunnya juga terhitung masih panjang. “Saya pensiun masih enam tahun lagi. Jadi saya kira masih banyak putra daerah Lombok Tengah yang masih

lebih mumpuni untuk memimpin ke depan,” katanya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh politisi Partai Golkar, Lalu Satriawandi. Ia mengaku memilih tetap di DPRD NTB dan tidak akan maju di Pilkada serentak 2020. Pasalnya kos politik yang akan dikeluarkan tetap sama besarnya dengan Pilkada yang masa jabatannya penuh satu periode lima tahun. “Ya meskipun katanya akan diberikan kompensasi gaji pokok sampai habis sisa jabatan lima tahun itu. Tapi kan kalau gaji pokok seberapa, jadi orang mikir-mikir,” katanya.

Hal senada juga sebelumnya disampaikan oleh para kandidat bakal calon kepala daerah seperti Ketua DPD II Golkar Loteng, H. Humaidi. Ia juga mengatakan akan mempertimbangkannya untuk maju dengan masa jabatan kurang dari lima tahun. “Ketentuan ini kan bisa merubah peta politik, tapi saya tergantung dari partai. Siapapun yang diusung kita siap,” katanya. Ditempat terpisah hal yang sama juga disampaikan oleh politisi PDI-P, Ruslan Turmuzi.

Namun tidak dengan Nurdin Ranggabarani, ia mengaku tidak surut untuk tampil maju bertarung di Pilkada Sumbawa 2020, meskipun masa jabatannya tidak penuh sampai satu periode lima tahun. “Saya kira orang-orang yang sudah mengatakan dirinya akan maju itu kan tahu bahwa masa jabatannya hanya 3,5 tahun. Tapi tetap maju ya berarti itu artinya mereka siap dan kita terus jalan,” ungkapnya. (ndi)