Pilkada Sumbawa, Nurdin Ranggabarani akan Bangun Koalisi Gemuk

Nurdin Ranggabarani saat bertemu dengan Ketua DPD Partai Gerindra NTB, Ridwan Hidayat serta jajaran pengurus lainnya, untuk membahas rencana koalisi di Pilkada Sumbawa. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Wakil Ketua DPW PPP NTB, Nurdin Ranggabarani memastikan dirinya bakal maju sebagai bakal calon bupati di Pilkada serentak 2020, Kabupaten Sumbawa. Ia tengah menggalang terbangunnya koalisi gemuk sebagai kendaraan politiknya maju bertempur memperebutkan kursi orang nomor satu di Sumbawa.

Nurdin yang dikonfirmasi, Senin, 26 Agustus 2019 kemarin mengaku bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi politik dengan sejumlah partai. Bahkan beberapa diantaranya telah melakukan pertemuan resmi untuk membicarakan peluang koalisi dengan PPP untuk mengusung dirinya.

“Saya ini kan mendapat mandat partai, ketua umum meminta agar PPP mengusung kader. Saya sebagai kader yang akan maju, kemudian diminta untuk mencari partai koalisi, dan mencari pasangan. Saya sudah ketemu dengan beberapa partai yang akan jadi calon mitra koalisi kita,” katanya.

Baca juga:  Penandatanganan NPHD Tuntas, Tujuh Daerah Siap Laksanakan Pilkada

Beberapa partai yang sudah menjalin komunikasi politik yang intens dalam rangka membangun koalisi gemuk tersebut, diantaranya Golkar, Gerindra, PAN, PKS, PKB dan Nasdem. Nurdin mengaku bahwa ia sangat yakni bisa mengajak partai-partai tersebut untuk tergabung dalam satu gerbong koalisi gemuk dalam rangka menghadapi Pilkada Sumbawa.

“Ya, saya sudah ketemu dengan Gerindra, Nasdem. Saya juga ketemu dengan Golkar dan bahkan PKB, PAN, dan juga PKS, beberapa kali sudah bertemu dengan ketua PKS Sumbawa. Jadi tinggal kita gandeng saja, jadi koalisi ini,” ungkapnya.

Dengan koalisi gemuk tersebut, Nurdin sangat yakin bisa memenangkan pertarungan di Pilkada Sumbawa. “Petahana, saya  anggap sama saja, tidak ada yang kuat, sama-sama kita,” katanya.

Baca juga:  Rencana Koalisi Golkar - Demokrat di Sejumlah Daerah Hampir Klop

Nurdin mengaku memiliki modal politik yang cukup besar yang membuat dia bisa tampil penuh percaya diri untuk turun bertarung di Pilkada Sumbawa. Ia mengatakan, meski kalah pada Pileg 2019 lalu, namun mesin politiknya pada Pileg lalu bisa menjadi modal awal untuk memperebutkan kursi orang nomor satu di Kabupaten Sumbawa itu.

“Kalau saya bilang, mesin politik saya masih hidup ini, karena memang jarak Pilkada dan Pileg ini kan berdekatan. Jadi masih terorganisir. Bahkan baliho saya Pileg masih berdiri,” ujarnya.

Ditegaskan Nurdin, niatnya tampil di Pilkada Sumbawa bukan semata-mata karena ia gagal dalam Pileg 2019 kemarin. Namun murni karena ingin mengabdi kepada daerah untuk berkontribusi membangun Sumbawa menjadi lebih cepat dari yang sekarang. (ndi)