Empat Kader Demokrat Berebut Tiket Dukungan Pilkada Loteng

TGH Mahalli Fikri (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Empat kader Partai Demokrat sudah menyatakan kesiapannya untuk ikut tampil berkompetisi sebagai kandidat bakal calon kepala daerah di Pilkada Lombok Tengah 2020 mendatang. Keempat kader tersebut bakal berebut tiket dukungan dari partainya untuk bisa diusung sebagai calon.

Keempat kader Partai Demokrat yang siap maju di Pilkada Loteng tersebut yakni Ahmad Ziadi, Samsul Qomar, Zainul Aidi dan Muhammad Rais Ishak. Keempat kader itu dipastikan akan mengikuti mekanisme dan proses penjaringan bakal calon kepala daerah dari parpol berlambang mercy tersebut.

Ketua DPD Partai Demokrat NTB, TGH Mahalli Fikri mengatakan, salah satu cara dan strategi Partai Demokrat untuk memenangkan kontestasi di Pilkada 2020. Dengan tampilnya kader-kader terbaik Demokrat bertarung di Pilkada, diyakini bakal lebih membuka potensi kemenangan. Mekanisme tersebut juga bakal diterapkan di Pilkada Loteng. “Di Pilkada Loteng kita ada empat kader siap bertarung,” ungkap wakil ketua DPRD NTB itu.

Siapa yang nantinya akan ditetapkan nanti sebagai kandidat calon kepala daerah, salah satunya diukur dan ditentukan dari tingkat elektabilitas dan popularitasnya. Baru kemudian dikerucutkan menjadi satu calon. Kandidat yang memiliki tingkat elektabilitas paling tinggilah yang bakal direkomendasi oleh DPP Partai Demokrat.

Baca juga:  KPU akan Terapkan Sistem E-Rekap di Pilkada 2020

Mahalli kemudian menegaskan, saat itu, jika partai sudah menetapkan arah dukungan di Pilkada, Maka wajib bagi kader menyatukan arah dukungan, solid dan kompak. Begitu juga dengan kader sudah sosialisasi. Mereka harus menyatukan dukungan. Sehingga potensi kemenangan Partai Demokrat di Pilkada kian besar. “Siapapun dicalonkan oleh partai, tentu kader dan komponen partai harus dukung dan memenangkan,” ucapnya.

Ditempat terpisah, Ketua DPC Partai Demokrat Loteng, Ahmad Ziadi juga mengungkapkan, siapapun

nanti kader dipilih dan usung Demokrat di Pilkada Loteng 2020, Ia memastikan Parpol berlambang mercy itu tetap akan solid.

Dia tak mempersoalkan, jika ada kompetisi di internal kader untuk merebut tiket parpol berlambang mercy tersebut. Siapapun kader ditunjuk dan dipilih sebagai bakal calon di Pilkada Loteng, itu sudah melalui mekanisme dan prosedur berlaku di internal Partai Demokrat. “Siapapun nanti diputuskan sebagai balon kada, kita tetap solid,” ucap Anggota DPRD Loteng tersebut.

Menurutnya, Partai Demokrat tentunya sudah ada kriteria dan persyaratan dalam menetapkan kader akan diusung di Pilkada. Namun begitu, ia menegaskan siapapun nanti diputuskan dan ditetapkan sebagai balon di Pilkada, tentu semua kader harus  tunduk dan loyal terhadap garis kebijakan partai tersebut.

Baca juga:  24.922 KTP, Syarat Dukungan Balon Perseorangan Kota Mataram

Sehingga dalam proses merebut tiket usungan Demokrat di Pilkada Loteng, Pihaknya mempersilahkan kader berkompetisi secara adil, fair dan sesuai mekanisme berlaku. Jika nanti, lanjutnya, ada kader mbalelo dan tidak sejalan garis kebijakan partai, tentu partai akan memberikan sanksi tegas. Sanksi diberikan kepada kader mbalelo, mulai dari peringatan hingga pemecatan. “Tidak ada masalah berkompetisi. Tetapi jika sudah ada garis kebijakan partai. Tentu kita harus tunduk dan solid dengan kebijkan partai itu,” katanya.

Ahmad Ziadi yang juga masuk sebagai kandidat bakal calon Bupati Loteng itu mengungkapkan, sebagai salah satu bentuk keseriusan dirinya bertarung di Pilkada Loteng, Ia sudah membangun dan menjajaki komunikasi politik baik dengan parpol mau figur tertentu. Kendati, itu semua masih berproses, dan belum ada kesepakatan politik apapun. Baik parpol maupun figur tertentu untuk berpasangan di Pilkada. “Semua itu masih terus berproses,” pungkasnya. (ndi)