Pilkada Mataram, Mohan : Kita Perlu Ukur Diri

Mohan Roliskana (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Ketua DPD II Partai Golkar Kota Mataram, H. Mohan Roliskana hingga saat ini masih belum menemukan sosok figur yang tepat untuk dijadikan wakilnya di Pilkada Mataram 2020 mendatang. Sementara di kubu sebelah yang bakal menjadi calon rivalnya sudah mulai mengerucut pasangan yang akan maju.

Mohan yang dikonfirmasi terkait siapa kandidat bakal calon pasangan yang akan dia gandeng untuk menghadapi Pilwakot Mataram 2020? Mohan menjawab, ia tidak mau terburu-buru menentukan pasangan wakilnya. Menurutnya banyak hal yang harus dia pertimbangkan dalam memutuskan siapa sosok figur yang akan digandengnya di Pilwakot Mataram.

“Jadi saat ini kita pilih wait and see. Seperti apa selera masyarakat, kita harus lihat, baca dan petakan keinginan masyarakat terhadap figur itu (balon wali kota dan balon wakil walikota, red),” ungkap Mohan.

Ditegaskan Mohan, dalam penentuan siapa pasangan, dirinya harus melakukan survei terlebih dahulu. Tidak saja untuk mengukur tingkat elektabilitas sosok figur yang bakal dia gandeng untuk dijadikan calon wakilnya. Namun juga dia harus melihat kelemahan dirinya, sehingga wakil yang akan dia gandeng adalah sosok yang bisa menutupi kekuranganya itu.

Baca juga:  Pilkada KLU, PDI-P Tak Paksakan Dukung Kader

“Saya harus tahu dulu seperti apa tingkat elektabilitas saya miliki. Karena sangat mungkin kemarin orang senang sama kita, tetapi besok tidak. Jadi harus terukur dengan situasi dan kondisi berbeda. Sehingga kita perlu ukur diri,” jelasnya.

Sebab itu, Mohan bakal menurunkan tim survei untuk mengukur tingkat elektabilitas dan popularitas dirinya dengan survei tersebut. Kemudian, dengan hasil survei itu menjadi acuan dan pertimbangan bagi pihaknya untuk lebih lanjut menyusun dan mengambil berbagai langkah  politik kedepannya.

Bagaimanapun, sambung Wakil Walikota Mataram itu, dalam mengambil berbagai langkah politik harus dilakukan secara terukur dan tidak serampangan. Dengan begitu, target diharapkan dari langkah dan strategi politik itu bisa terukur dan terencana.

Baca juga:  Pilkada Loteng, PAN Beri Sinyal Dukungan ke Lalu Syafi’i

Namun demikian, sambil mengamati dinamika politik yang berkembang jelang Pilwakot 2020, Mohan juga mengaku aktif untuk membangun komunikasi politik dengan sejumlah figur dan partai politik dalam rangka penjajakan. Hanya saja komunikasi yang berlangsung belum sampai arah yang serius, masih sebatas bersilaturahmi saja.

“Dengan parpol dan figur (balon wakil wali kota) sudah ketemu, tetapi sebatas silaturahmi. Tidak lebih jauh membahas dan bicarakan Pilkada,” jelasnya.

Ketika ditanya terkait berbagai rumor perihal kemungkinan figur akan mendampingi dirinya kontestasi Pilkada kota Mataram, mulai dari  Badruttaman Ahda, H. MNS. Kasdiono hingga berasal dari kader internal Golkar sendiri, yakni Didi Sumardi dan TGH Mujibburahman. Mohan menilai, itu sah-sah saja dalam proses dinamika politik. Namun menurutnya, Pihaknya tak akan tergesa-gesa dalam menentukan siapa bakal wakil wali kota akan mendamping di kontestasi Pilkada. (ndi)