MK Tolak Semua Gugatan PHPU Parpol dari NTB

Komisioner Bawaslu Provinsi NTB Divisi Hukum, Suhardi saat mengikuti sidang pembacaan gugatan PHPU oleh majelis hakim MK di Jakarta, Kamis, 8 Agustus 2019. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Mahkamah Konstitusi (MK) telah membacakan putusan atas perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) yang dilayangkan oleh partai politik dari Provinsi NTB. Dari delapan partai yang mengunggat keputusan KPU atas penetapan hasil Pemilu 2019, semuanya di tolak oleh MK.

“Alhamdulillah untuk NTB dari delapan perkara yang sudah dibacakan putusan oleh Mahkamah Konstitusi, semuanya ditolak,” ujar Ketua KPU Provinsi NTB, Suhardi Soud, yang dikonfirmasi Suara NTB, Kamis, 8 Agustus 2019.

Dua gugatan PHPU parpol yang terakhir diputuskan, Kamis, 8 Agustus 2019 kemarin, yakni perkara nomor 94 dari PBB untuk daerah pemilihan III DPRD Kabupaten Lombok Timur. Kedua yakni perkara nomor 191 gugatan dari Partai Nasdem untuk daerah pemilihan VI DPRD Kabupaten Bima. MK dalam amar putusannya menolak gugatan kedua parpol tersebut.

“Hasil putusan yang dibaca hari ini  untuk dua perkara yakni PBB dan Naadem, putusan MK menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya,” ujar Suhardi.

Adapun tiga gugatan PHPU parpol lainnya yakni dinyatakan permohanan tidak dapat diterima oleh MK. Pertama untuk perkara nomor 56 dari Partai Demokrat di daerah pemilihan VIII Kabupaten Lombok Tengah selatan untuk DPRD Provinsi NTB dan DPRD Kabupaten Lombok Barat dapil II. Kemudian kedua perkara nomor 77 dari PDI-P untuk pemilihan anggota DPRD Kabupaten Dompu didapil III. Ketiga perkara nomor 160 dari partai Gerindra untuk pemilihan DPRD Kabupaten Lombok Tengah di dapil VI.

“Gugatan dua partai dinyatakan gugur oleh Mahkamah, yakni perkara nomor 174 dari partai Golkar untuk pemilihan anggota DPR RI dari dapil NTB I, dan perkara nomor 226 dari partai Berkarya. Satu partai ditarik Kembali, yakni Perkara nomor 113, dari PPP untuk pemilihan anggota DPRD Kabupaten Lombok Timur di dapil II,” jelasnya.

Sementara itu untuk gugatan PHPU untuk pemilihan anggota DPD RI dari dapil NTB yang dilayangkan oleh calon anggota DPD, Farouk Muhammad dengan nomor perkara 03, yang mengunggat sejumlah dugaan penggelembungan suara serta gugatannya terkait dengan persoalan editan foto yang dianggap terlalu berlebihan yang dilakukan oleh salah seorang calon anggota DPD peraih suara terbanyak, yakni Evi Apita Maya, bakal dibacakan putusannya oleh MK pada hari ini, Jumat (9/8).

Ditempat terpisah, komisioner Bawaslu NTB Divisi Hukum, Suhardi juga membenarkan bahwa putusan MK terhadap delapan gugatan parpol dari NTB sudah diputuskan. Dengan tidak ada yang diterima oleh MK, menurut Suhardi bahwa hal itu menandakan bahwa proses Pemilu di NTB berlangsung dengan baik, tanpa ada kecurangan.

“Dari sembilan gugatan, delapan perkara sudah diputuskan MK. Sidang MK hari ini dengan agenda pengucapan putusan terhadap dua perkara PHPU untuk NTB yaitu Nasdem dan PBB, dengan amar putusan ditolak seluruhnya. Dengan keluarnya putusan MK ini menandakan bahwa tidak ada kecurangan di NTB. Meskipun dengan banyak prsoalan yang memang tidak sampai  berujung ke MK karena ada yang ditarik sama pemohon,” pungkasnya. (ndi)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.