Ingin Menebar Kebaikan

Shinta Primasari (Suara NTB/fit)

BANYAK wajah baru bermunculan di DPRD Kota Mataram. Salah satunya Shinta Primasari, ST. Dorongan dari orang tua, memantapkan niatnya terjun di dunia politik. Tidak tanggung-tanggung, Shinta, sapaan akrabnya, mampu meraup 2.522 suara pada Pileg April lalu. Banyaknya masyarakat yang kurang mampu di sekitar tempat tinggalnya, membuat dia terpanggil untuk menjadi wakil rakyat di parlemen Kota Mataram.

Bagi Shinta, politik dapat menjadi salah satu alat perjuangan untuk menyuarakan aspirasi masyarakat. Namun demikian, sejak masa kampanyepun, dia enggan menebar janji kepada masyarakat. Dia berharap dijauhkan dari sifat lupa. ‘’Karena kan kita selalu ingin berbuat kebaikan bagi semua,’’ demikian Shinta.

Anggota Dewan dari Dapil Mataram ini mengaku siap ditempatkan di komisi mana pun. ‘’Kalau disuruh milih sih, saya maunya di Komisi IV,’’ kepada Suara NTB di DPRD Kota Mataram, Rabu, 7 Agustus 2019. Keinginannya duduk di Komisi IV (bidang kesehatan, pendidikan dan ketenagakerjaan), bukan tanpa alasan. ‘’Masyarakat yang tinggal di sekitar saya itu, pendidikannya masih kurang. Banyak orang tua yang menyuruh anaknya yang masih di bawah umur untuk bekerja,’’ terang wanita kelahiran 29 April 1988 ini.

Kendati demikian, di Komisi manapun ditempatkan, Shinta berkomitmen ingin menebar kebaikan. Terutama bagi masyarakat di dapil Mataram. Saat ini, lanjut dia, fokus atensi anggota Dewan dari Partai Demokrat ini adalah pendidikan, pernikahan dini dan narkoba. Dampak pernikahan dini, katanya, sangat tidak baik bagi perkembangan Kota Mataram.

Pada bagian lain, Shinta ingin membangun komunikasi politik di DPRD Kota Mataram dengan mengedepankan cara-cara yang santun. Wanita berhijab ini menyadari masih ada stigma yang kurang baik terhadap Dewan. Namun, Shinta tidak mau terkungkung pada stigma itu. ‘’Kalau saya berpacu dengan stigma itu, nanti saya gak bisa kerja,’’ ujar alumni Fakultas Teknik Universitas Mataram ini. (fit)