Pilkada Bima, Nasdem Sodorkan Raihan Anwar Jadi Balon Wakil IDP

Mataram (Suara NTB) – Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Bima, Raihan Anwar menyatakan kesiapannya untuk ikut maju di Pilkada serentak 2020 di Bima. Akan tetapi ia hanya bersedia maju jika sebagai bakal calon wakil dari kandidat balon petahana Bupati Bima, Hj. Indah Damayanti Putri (IDP).

“Kalau sebagai wakil dari ibu IDP, kenapa tidak, tapi kalau tidak, mungkin saya lebih baik tetap di DPRD NTB. Saya realistis saja,” kata Raihan Anwar yang dikonfirmasi wartawan.

Dikatakan Raihan, Nasdem akan mencoba untuk menawarkan kadernya sebagai kandidat balon Wakil untuk mendampingi IDP. Pihaknya pun saat ini sudah mulai intens membangun komunikasi dengan Golkar dan IDP.

“Kalau ada kader yang bisa di pasangkan dengan Golkar itu lebih mantap. Di Bima, karena IDP Golkar maka tentu Nasdem akan merapat ke sana dengan tawarkkan kader sebagai pendampingnya. Itu bagian dari proses politik, meskipun nantinya keputusannya di DPP, apapun keputusan DPP akan kita amankan,” katanya.

Baca juga:  Ahda Berpeluang Pasangan dengan Mohan

Dari jauh-jauh hari, Partai Nasdem sudah mengisyaratkan diri bakal bergabung dengan Partai Golkar dalam menghadapi

Pilkada serentak 2020 di daerah tersebut. Nasdem siap berkoalisi dengan Golkar untuk kembali mengusung balon petahana, IDP untuk periode keduanya.

Menurut Raihan, Nasdem paling besar peluangnya untuk membangun koalisi dengan Golkar. Karena hubungan Nasdem dengan Golkar terjalin sangat baik mulai dari tingkat pusat.  “Golkar dengan Nasdem itu kecenderungannya di nasional itu jadi sahabat dekat, koalisi. Sehingga kemungkinan kami di daerah, khususnya di Bima peluang berkoalisi dengan Golkar itu paling besar,” ujarnya.

Baca juga:  24.922 KTP, Syarat Dukungan Balon Perseorangan Kota Mataram

Raihan mengungkapkan, kecenderungan Golkar dengan Nasdem itu selalu bersama-sama dalam satu gerbong koalisi dapat dilihat pada tren Pilkada serentak 2018 lalu. Dari semua daerah yang menggelar Pilkada serentak 2018 lalu, sebagian besar koalisi Nasdem dibangun dengan Partai Golkar. Meskipun demikian, karena proses politik masih berlangsung dinamis, pihaknya juga membuka opsi-opsi politik lainnya.

“Karena proses politik saat ini masih berlangsung sangat dinamis, meskipun sudah bangun komunikasi berbulan-bulan, bisa berubah hanya dalam waktu dua jam. Sehingga kita bisa saja tidak bersama dengan Golkar kalau ada kader kami yang akan maju,” pungkasnya. (ndi)