Hasbullah Muis Masih Bimbang Maju di Pilkada KLU

Hasbullah Muis (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Sekretaris DPW PAN NTB, Hasbullah Muis akan menimbang wacana partainya yang mendorong dirinya maju di Pilkada Kabupaten Lombok Utara (KLU) sebagai bakal calon wakil Bupati yang akan berpasangan denan kandidat bakal calon Bupati, Djohan Sjamsu.

Demikian Hasbullah saat dikofirmasi wartawan, Jumat (19/7) kemarin. Dia mengaku keputusan itutak terlepas dari arahan dan instruksi DPP menghendaki agar di Pilkada 2020 parpol berlambang matahari terbit, mengutamakan kader untuk diusung.

Walaupun begitu, dia menegaskan, hingga saat ini dirinya belum memberikan kepastian sikap politik apakah maju atau tidak di Pilkada KLU. “Secara psikologi kepartaian saya memahami nama saya disodorkan. Tetapi saya belum putuskan maju atau tidak,” ujarnya.

Lanjut disampaikan Hasbullah, mengingat Pilkada KLU 2020 masih relatif lama. Dirinya pun masih akan terus  dan melihat perkembangan konstelasi politik di Pilkada KLU sebelum mengambil keputusan. Ia tak mau terburu-buru menentukan sikap politik. Ada berbagai hal harus ditimang olehnya.

Baca juga:  Nasaruddin Penggagas Industrialisasi Pertanian untuk Kesejahteraan Petani

Diantaranya, kondisi dirinya baru dipercaya masyarakat di dapil II Lobar-KLU sebagai caleg DPRD NTB. Tentu dirinya tak ingin mengecewakan konstituennya sudah memberikan amanah dan kepercayaan di Pileg 2019 kemarin.

“Suara konstituen saya di pileg lalu, juga harus saya dengar dan jadi pertimbangan,” ungkap bakal celeg terplih yang perolehan suaranya melampaui perolehan suara caleg petahana, Hadi Sulthon itu.

Baginya, Kontestasi Pilkada KLU 2020 nanti bukan hanya dirinya saja kader PAN yang dipersiapkan dan peluang diusung. Namun ada juga kader PAN lainnya. Misalnya, ketua DPC PAN KLU, Rohiman dan kader lainnya, sebutnya.

Baca juga:  Pilkada Loteng, PAN Beri Sinyal Dukungan ke Lalu Syafi’i

Menurutnya, PAN tak kekurangan stok kader. Sehingga tak akan jadi suatu persoalan, Seandainya nanti dengan berbagai  telaah dan pertimbangan, Ia memutuskan tidak maju mencalonkan diri di Pilkada KLU.

“Banyak opsi kader PAN yang lain. Jika nanti saya memilih tak maju,” jelasnya. Sebagai kader partai tentu pihaknya akan tetap menunggu instruksi, dan memastikan dirinya untuk mematuhi dan menaati apapun yang menjadi garis kebijakan partai di Pilkada KLU. Sekalipun dia diperintahkan untuk maju, maka dia pun siap melaksanakannya. “Iya, kita tunggu kebijakan partai lebih lanjut,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, Ketua DPW PAN NTB, Muazzim Akbar telah menyodorkan nama Hasbullah Muis sebagai kandidat bakal colon Wabup pendamping Djohan Sjamsu di Pilkada KLU.  (ndi)