Pilkada KLU, PAN Sodorkan Hasbullah Muis Jadi Wakil Djohan Sjamsu

M. Muazzim Akbar (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Peta politik Pilkada serentak 2020 yang akan digelar di Kabupaten Lombok Utara (KLU) nampaknya hanya akan mengulang kembali pertempuran antar dua figur yakni antara Najmul Ahyar dan Djohan Sjamsu pada Pilkada 2015 lalu. Pasalnya sampai saat ini, belum ada satupun figur atau parpol yang sudah memunculkan jagoannya menjadi calon bupati.

Dinamika politik jelang Pilkada KLU saat ini, nyaris sebagian besar parpol hanya berani mendorong dan menghendaki kadernya untuk maju sebagai bakal calon wakil Bupati di Pilkada KLU 2020.

Termasuk salah satunya adalah Partai Amanat Nasional (PAN). Dengan asumsi perolehan empat kursi di DPRD KLU, berdasarkan hasil perhitungan suara pada Pileg 2019 lalu. Lantas tak membuat parpol berlambang matahari terbit itu untuk berani dan percaya diri memasang kader sebagai bakal calon Bupati.

Ketua DPW PAN NTB, H. Muazzim Akbar yang dikonfirmasi menegaskan, bahwa di Pilkada KLU 2020 PAN memastikan akan berupaya semaksimal mungkin dan sekuat tenaga untuk mendorong kadernya maju sebagai bakal calon wakil Bupati.

Baca juga:  PPP Ingin Usung Figur Perempuan di Pilkada Mataram

“Untuk Pilkada KLU, kita persiapkan kader jadi orang nomor dua,” kata Muazzim Akbar, Kamis, 18 Juli 2019.

Adapun nama kader yang akan ditawarkan PAN sebagi balon wakil bupati KLU yakni Sekretaris DPW PAN NTB, Hasbullah Muis. Muis yang dipastikan terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi NTB pada Pileg 2019 kemarin dari dapil II (Lobar-KLU) itu dinilai memiliki kans besar untuk bisa mendapatkan dukungan dari masyarakat KLU.

Lebih lanjut disampaikan Muazzim, partainya telah membangun komunikasi politik dengan Mantan Bupati KLU, Djohan Sjamsu yang akan kembali bertarung di 2020 mendatang. PAN akan memberikan dukungan kepada Djohan.

Dalam komunikasi yang dibangun, PAN pun menyodorkan nama Hasbullah Muis sebagai calon wakil Djohan. “Pak Hasbullah Muis sudah kita sodorkan ke pak Djohan Sjamsu sebagai pendampingnya,” ucap mantan Anggota DPRD NTB tersebut.

Baca juga:  Rencana Koalisi Golkar - Demokrat di Sejumlah Daerah Hampir Klop

Namun demikian, dalam pendekatan dan penjajakan PAN dengan Djohan Syamsu belum ada kesepakatan politik apapun. Lantaran, dinamika dan konstalasi politik di Pilkada KLU masih dinamis dan cair. Akan tetapi, sejauh ini, dalam komunikasi politik sudah terjalin antara PAN dengan Djohan hampir sebagian besar sudah menemukan kecocokan.

“Ingat, PAN di KLU punya empat kursi, dan ini modal sangat besar,” tandasnya. Dengan modal Politik tersebut, Muazzim meyakini kadernya bisa diusung menjadi calon wakil.

Namun demikian, PAN sendiri akan tetap mencermati dan menelaah dinamika dan konstelasi politik yang berkembang di Pilkada KLU. Sehingga PAN juga terbuka membangun komunikasi politik dengan parpol lain. “Karena itu masih dinamis,” pungkasnya. (ndi)