Pilkada Serentak, Gerindra Buka Ruang bagi Figur Non Kader

Ali Utsman Ahim (Suara NTB/ndi)

Mataram (Suara NTB) – Dalam waktu dekat Partai Gerindra NTB akan membuka pendaftaran serentak calon kepala daerah di tujuh kabupaten/kota di NTB yang akan menggelar Pilkada serentak 2020. Pendaftaran tersebut dibuka dengan harapan, Gerindra dapat menyeleksi figur yang terbaik untuk diusung di Pilkada  mendatang.

Demikian disampaikan oleh Sekretaris DPD Partai Gerindra NTB, Ali Utsman Ahim kepada wartawan, Sabtu pekan kemarin. Ditegaskan Ali, dengan mekanisme pendaftaran tersebut, partainya membuka ruang bagi figur-figur non kader yang memiliki potensi. Seperti dari kalangan profesional untuk bisa mengendarai Gerindra di Pilkada serentak 2020.

“Pendaftar tidak harus dari kader Gerindra, kami juga berharap ada tokoh-tokoh profesional yang mendaftarkan diri. Sehingga masyarakat punya banyak pilihan figur,” ujarnya.

Figur-figur yang mendaftar itu nantinya akan disurvei tingkat elektabilitasnya. Karena Gerindra akan mengusung kandidat yang paling disukai oleh masyarakat.

Baca juga:  Pilkada Sumbawa, Demokrat akan Kembali Dukung Husni dengan Syarat Jadi Wakil

“Kami akan melakukan survei, karena kami akan mendukung kepala daerah yang memiliki kapasitas dan kapabilitas dan integritas untuk memajukan pembangunan di daerah masing-masing,” ungkap Ali.

Menurut Ali, partainya tidak akan memaksakan harus mengusung kader, jika tingkat elektablitas kader tersebut tidak memungkinkan untuk meraih kemenangan. Sehingga, kalangan non kader tidak tertutup kemungkinan untuk diusung oleh Gerindra.

“Kalau tidak ada kader yang kemungkinan menangnya besar yang akan kita usung, maka kita akan ajukan mungkin profesional atau orang yang kita pandang mampu,” tegasnya.

Diketahui, sejumlah kader Gerindra yang dipastikan bakal maju di Pilkada yakni. Seperti Wakil Bupati KLU, Syarifuddin dan Wakil Bupati Lombok Tengah, Lalu Pathul Bahri. Keduanya diketahui merupakan kader Gerindra yang akan maju sebagai calon petahana.

Baca juga:  Ambil Start Lebih Awal, PKS Bentuk Tim Pemenangan Pilkada

Ketika ditanya lebih jauh terkait proses komunikasi politik yang sudah dijalankan oleh figur-figur yang berniat tampil maju, serta dengan partai politik lainnya, Ali mengatkan sampai saat ini, sudah ada beberapa figur yang membangun komunikasi politik dengan Gerindra. Namun demikian, dalam penentuan dukungan, tetap akan melewati mekanisme, salah satunya yakni mendaftarkan diri.

“Sudah banyak yang melakukan pendekatan, tapi kalau kita akan sebutkan orangnya, ini kan belum waktunya,” kata Ali.

Selain itu, pihaknya juga tetap menjalin komunikasi politik dengan parpol lainnya untuk menjajaki peluang berkoalisi. Pasalnya Gerindra menyadari bahwa tidak bisa mengusung calon sendiri, namun harus berkoalisi dengan partai lain. Menurut Ali, koalisi sangat penting dibangun. Selain untuk memenuhi syarat dapat mengusung paslon, juga untuk memperkuat dukungan kepada paslon yang diusung dalam meraih kemenangan. (ndi)