Perebutan Kursi Ketua DPRD NTB Memanas

Hj. Baiq Isvie Rupaeda dan Misbach Mulyadi (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Persaingan antar kader Partai Golkar yang dipastikan terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi NTB hasil Pemilu 2019 dalam perebutan kursi Ketua DPRD NTB, mulai memanas. Hal itu dipicu oleh manuver sejumlah kader yang memiliki syahwat politik untuk duduk di kursi pimpinan DPRD yang menjadi jatah Golkar sebagai pemenang pemilu.

Rivalitas persaingan paling ketat antar kader Golkar dalam  perebutan Kursi Ketua DPRD NTB itu, berlangsung antara Ketua Harian DPD I Partai Golkar NTB, H. Misbach Mulyadi dengan Sekretaris DPD I Golkar NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda.

Misbach yang memimpin Tim Kampanye Daerah (TKD) Provinsi NTB pemenangan Capres/Cawapres Joko Widodo-Kh. Ma’ruf Amin (Jokowi-Ma’ruf) memanfaatkan jabatannya untuk meloloskan ambisi politiknya duduk di kursi Ketua DPRD. Ia menghimpun dukungan partai-partai yang tergabung dalam koalisi pendukung Jokowi-Ma’ruf di TKD untuk memuluskan jalannya sebagai Ketua DPRD NTB.

Jika dukungan partai-partai koalisi yang tergabung dalam TKD tersebut bulat, maka secara politik Misbach memiliki dukungan yang cukup kuat, melalui fraksi-fraksi di DPRD NTB. Sehingga, di luar Golkar, Misbach mengantongi dukungan dari PDIP, PKB, Nasdem, Hanura, PBB, Demokrat, dan PPP.

Bahkan partai-partai yang tergabung dalam TKD tersebut siap bertandatangan untuk merekomendasikan Misbach agar Golkar memilih Misbach sebagai Ketua DPRD NTB periode 2019-2024.

Isvie Rupaeda yang dikonfirmasi, mengaku tidak gentar dengan manuver Misbach. Menurutnya dukungan dari partai- lain tidak menjadi jaminan akan dapat dipilih. Sebab, Golkar memiliki mekanisme aturan main sendiri dalam memutuskan siapa yang akan ditunjuk, dan tidak bisa diintervensi oleh pihak luar. Karena pemilihan Ketua DPRD NTB merupakan urusan internal rumah tangga Golkar.

“Ada PO (Peraturan Organisasi) yang jadi acuan dalam pemilihan Ketua. Artinya partai punya mekanisme. Kalaupun ada dukung mendukung itu biasalah, nanti DPP yang memutuskan,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya.

Dijelaskan Isvie, mekanisme pemilihan Ketua DPRD, diputuskan oleh DPP dari tiga nama yang akan diajukan oleh DPD I. Sehingga menurutnya, semua kader punya peluang yang sama untuk ditunjuk sebagai Ketua.

“Saya sebagai sekretaris partai, masak tidak akan masukan nama saya sendiri ke pusat. Tapi siapapun yang terpilih nantinya yang paling penting itu dewan ini ke depan lebih baik saja. Jika pun saya tidak terplih, ya tidak apa-apa, jabatan inikan kepercayaan, saya sangat syukur sekali bisa kembali terpilih,” ujar Ketua DPRD NTB saat ini.

Lebih lanjut disampaikan Isvie, partainya akan segera mengirim rekomendasi ke DPP terkait dengan nama-nama colon ketua DPRD, baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota tempat Golkar jadi pemenang. Ia mengaku sudah diprintahkan oleh Ketua DPD I untuk segera mengirimnya ke DPP.

“Tapi kita belum rapat ini, Insya Allah dalam waktu dekat akan segera kita rapat untuk menyushn jadwalnya, karena seluruh rekomendasi calon anggota dewan harus tuntas Agustus ini,” pungkasnya. (ndi)