Agus Patria akan Lakukan Survei Elektabilitas

Agus Patria (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi NTB, Agus Patria dalam waktu dekat ini akan melakukan survei untuk mengukur tingkat elektabilitasnya sebagai kandidat bakal calon Bupati di Pilkada Kabupaten Sumbawa.

Dari hasil survei itulah ia akan mengambil keputusan. Apakah dirinya akan maju atau tidak. Demikian disampaikan Agus Patria saat dikonfirmasi Suara NTB di DPRD NTB, Senin, 8 Juli 2019 kemarin. “Insya Allah kalau survei kita  bagus, masyarakat menginginkan kita, kenapa tidak,” ujarnya saat ditemui usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) soal TKI di Komisi V DPRD NTB.

Ia mengaku beberapa waktu terakhir ini banyak mendapatkan aspirasi yang mendorong dirinya agar tampil di Pilkada Sumbawa tahun 2020 mendatang. Namun demikian, ia tidak serta merta akan mengiyakannya, sebelum memutuskan, ia terlebih dahulu ingin menguji keseriusan aspirasi tersebut.

Baca juga:  Penandatanganan NPHD Tuntas, Tujuh Daerah Siap Laksanakan Pilkada

Jika hasil survei ternyata tidak menghendaki dirinya untuk maju, maka dia akan mengurugkan niatnya untuk ikut bertarung. “Oh ya, saya siap mundur kalau dukungan dari masyarakat itu besar. Karena itulah yang harus jelas dulu adalah hasil surveinya. Umpamanya kalau tidak, ya artinya ada calon lain yang lebih diharapkan dan ada calon yang lebih kuat, ya kita tidak akan memaksakan diri,” tegasnya.

Survei elektablitas rencananya akan ia lakukan pada Bulan September mendatang. Dari hasil survei itulah dia akan mulai membangun komunikasi politik dengan aktor-aktor politik dan juga menjajaki peluang dukungan ke partai politik.

Baca juga:  Pilkada Mataram, Golkar Belum Temukan Calon Pendamping Mohan

“Sekarang ini masih belum ada komunikasi politik, kita mau lihat dukungan kawan-kawan ini dulu, betul tidak dia mendukung. Itu akan kita lihat pasa survei pada  September ini,” jelasnya.

Diketahui Agus Patria sudah pernah maju bertarung selama dua kali di Pilkada Sumbawa, namun hasilnya dia selalu kalah. Adapun pertimbangannya untuk maju lagi bukan karena ambisi kekuasaan menjelang menasuki masa pensiun sebagai ASN.

“Saya pensiun tinggal dua tahun lebih. Komunikasi dengan Pak Gubernur juga belum,’’ cetusnya. Nanti setelah ada hasil survei dulu baru kita minta izin ke Gubernur,” pungkasnya. (ndi)